MERANGKUM HAL HAL PENTING DARI BUKU TKA
A. Teks Laporan Hasil Observasi
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), observasi adalah peninjauan sec cermat Peninjauan tersebut dapat berupa pengamatan terhadap obiek fenomena atau kegiatan tujuan untuk memahami atau memperoleh informasi Suharsimi Arikunto (2013) menyatakan b teinik observasi merupakan kegiatan pengamatan yang melibatkan pemusatan perhatian tele suatu objek dengan menggunakan seluruh alat indra, seperti penglihatan, penciuman, pendenga peraba, dan pengecap. Sementara itu, Sugiyono (2022) mengemukakan bahwa observasi ada teknik pengumpulan data dengan mengamati objek yang diteliti secara langsung yang mencaku langsung terhadap kegiatan serta keadaan
objek penelitian Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa teks laporan hasil observasi merupakan tulisan ya memaparkan hasil pengamatan, berisi informasi berupa fakta yang diperoleh melalui pengaman serta disajikan secara objektif tanpa memuat opini penulis.
1. Ciri-Ciri Teks Laporan Hasil Observasi
Ciri-ciri teks laporan hasil observasi adalah sebagai berikut.
a. Bersifat objektif dan universal: Objektif artinya teks laporan hasil observasi harus disajikan sesuai dengan keadaan objek yang sebenarnya, tanpa dipengaruhi pandangan atau pendapat pribadi penulis. Sementara itu, universal artinya teks laporan hasil observasi tidak memihak kepada pihak tertentu, bersifat umum atau general, dapat dipahami oleh
b. Objek observasi tunggal Objek yang diamati merupakan satu objek tunggal, meskipun hasil pelaporannya dapat disusun secara umum atau bersifat universal.
c. Bersifat faktual Teks laporan hasil observasi ditulis berdasarkan fakta yang diperoleh selama proses pengamatan di lapangan. Data yang disampaikan harus akurat dan dimanipulasi
d. Berkesinambungan. Setiap bagian dalam laporan harus saling berkaitan dan mendukung keseluruhan isi teks secara runtut dan logis
e. Ditulis secara lengkap, detail, dan menyelunh Teks laporan hasil observasi disusun secan lengkap dan detail sesuai dengan struktur dan kaidah kebahasaan teks laporan hasil observasi.
f. Terkini atau relevan Isi teks laporan hasil observasi ditulis berdasarkan penelitian yang mengangkat isu atau kasus terkini, terbaru atau masih relevan dengan kondisi saat ini semua orang, dan tidak merugikan orang lain.
g. Bukan opini pribadi Laporan observasi disusun berdasarkan hasil pengamatan nyata bukan berdasarkan opini atau pendapat pribadi penulis sehingga objek yang diobservasi atau diamati harus jelas, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan.
2. Fungsi Teks Laporan Hasil Observasi
Teks laporan hasil observasi memiliki beberapa fungsi penting, antara lain sebagai berikut pengamatan.
A. Sebagai dokumentasi hasil kegiatan
B. Sebagai laporan kegiatan pengamatan
C. Untuk mengetahui perkembangan suatu peristiwa
d. Sebagai upaya dalam menyelesaikan suatu persoalan yang sedang terjadi
e. Sebagai alat kontrol dan evaluasi terhadap suatu fenomena
F. Sebagai dasar pengambilan keputusan yang efektif dan tepat sasaran.
g. Sebagai sumber ilmu pengetahuan dan bahan untuk penelitian selanjutnya
h. Sebagai dasar penyusunan kebijakan, pengambilan keputusan, dan pemecahan masalah
3. Struktur Teks Laporan Hasil Observasi Teks laporan hasil observasi umumnya. disusun dengan struktur berikut.
a. Pernyataan umum atau klasifikasi: Pernyataan umum merupakan bagian pembuka yang berisi informasi umum mengenai hal yang akan disampaikan Bagian ini menguraikan objek yang akan dikaji serta menjelaskan secara garis besar tentang objek tersebut, termasuk klasifikasi dan informasi pendukung lain yang relevan.
b. Deskripsi bagian. Deskripsi bagian berisi penjelasan tentang hal-hal yang lebih. khusus atau spesifik mengenai objek yang diamati. Penjelasan dapat mencakup ciri-ciri, karakteristik, struktur, atau bagian-bagian objek secara terperinci
C Deskripsi manfaat Bagian ini menguraikan fungsi dan manfaat dari setiap objek yang diamati dalam kehidupan sehari-hari
d. Kesimpulan: Bagian kesimpulan berisi ringkasan hasil observasi yang mencakup temuan penting dan kesimpulan yang dapat dirumuskan dari hasil pengamatan
4.Ciri Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi
a. Menggunakan tata bahasa baku karena bersifat ilmiah dan informasi
b. Menggunakan kata benda atau peristiwa umum sebagai objek utama pemaparan.
c. Menggunakan frasa nomina yang diikuti oleh penjenis dan pendeskripsi.
d. Menggunakan verba relasional, seperti ialah, merupakan, adalah, yaitu, digolongkan, termasuk, meliputi, terdiri atas, disebut, dan sebagainya (digunakan untuk menyatakan definisi suatu istilah teknis atau istilah yang digunakan secara khusus pada bidang tertentu).
e. Menggunakan verba aktif alam untuk menjelaskan perilaku, seperti bertelur, membuat, hidup, makan, tidur, dan sebagainya.
f. Menggunakan kata penghubung untuk menunjukkan hubungan antarkalimat atau antarparagraf, seperti tambahan (dan, serta). perbedaan (berbeda dengan), persamaan (sebagaimana, seperti halnya, demikian halnya, hal demikian, sebagai, hal yang sama). pertentangan (sedangkan, tetapi, namun, melainkan, sementara itu, padahal), serta pilihan (atau).
g. Menggunakan kalimat simpleks dan kompleks sesuai kebutuhan informasi.
h. Menggunakan kalimat definisi dan deskripsi untuk menjelaskan objek secara jelas dan mendalam.
I. Menggunakan istilah keilmuan atau kata-kata teknis yang sesuai dengan bidang pengamatan.
j. Menggunakan kata sifat untuk memperjelas, mengubah, atau memperkuat makna kata benda yang diikutinya agar menjadi lebih spesifik.
5. Langkah-Langkah Menulis Teks Laporan Hasil Observasi
Langkah-langkah menulis teks laporan hasil observasi adalah sebagai berikut
a. Tentukan tema atau isu yang akan diobservasi dan dijadikan topik penulisan.
b. Rumuskan tujuan observasi secara jelas.
c. Lakukan proses observasi dengan teliti dan hati-hati agar data yang diperoleh akurat.
d. Catat data penting dari objek selama proses observasi.
e. Tentukan kriteria atau aspek yang akan dijelaskan dalam laporan.
f. Batasi hal-hal yang harus dilaporkan agar tidak menyimpang dari tujuan yang telah ditentukan sejak awal.
g. Deskripsikan unsur-unsur sesuai dengan aspek yang diamati, dimulai dari pernyataan umum yang mendefinisikan objek.
h. Lengkapi teks laporan hasil observasi dengan data atau gambar yang dapat menunjukkan objek secara faktual.
i. Susun kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan dan temuan selama proses observasi
B. ๐๐ฎ๐ซ๐๐ญ ๐๐ซ๐ข๐๐๐๐ข ๐๐๐ง ๐๐ฎ๐ซ๐๐ญ ๐๐๐ฌ๐ฆ๐ข.
๐๐ฎ๐ซ๐๐ญ ๐ฆ๐๐ซ๐ฎ๐ฉ๐๐ค๐๐ง ๐ฆ๐๐๐ข๐ ๐ค๐จ๐ฆ๐ฎ๐ง๐ข๐ค๐๐ฌ๐ข ๐ญ๐๐ซ๐ญ๐ฎ๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ง๐ญ๐ฎ๐ค ๐ฆ๐๐ง๐ฒ๐๐ฆ๐ฉ๐๐ข๐ค๐๐ง ๐ฉ๐๐ฌ๐๐ง ๐๐ญ๐๐ฎ ๐ข๐ง๐๐จ๐ซ๐ฆ๐๐ฌ๐ข ๐๐๐ง ๐ฉ๐ข๐ก๐๐ค ๐ค๐ ๐ฉ๐ข๐ก๐๐ค ๐ฒ๐๐ง๐ ๐ฅ๐๐ข๐ง ๐๐๐ฅ๐๐ฆ ๐ค๐๐ก๐ข๐๐ฎ๐ฉ๐๐ง ๐ฌ๐๐ก๐๐ซ๐ข-๐ก๐๐ซ๐ข. ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐๐ญ ๐ฆ๐๐ง๐ฃ๐๐๐ข ๐ฌ๐๐ฅ๐๐ก ๐ฌ๐๐ญ๐ฎ ๐ฆ๐๐๐ข๐ ๐ฒ๐๐ง๐ ๐๐ฅ๐ฌ ๐ฎ๐ง๐ญ๐ฎ๐ค ๐ฆ๐๐ง๐ฒ๐๐ฆ๐ฉ๐๐ข๐ค๐๐ง ๐ฉ๐๐ฌ๐๐ง ๐๐ญ๐๐ฎ ๐ฉ๐๐ซ๐๐ฌ๐๐๐ง. ๐๐ฎ๐ซ๐๐ญ ๐ฃ๐ฎ๐ ๐ ๐๐๐ซ๐๐ฎ๐ง๐ ๐ฌ๐ข ๐ฌ๐๐๐๐ ๐๐ข ๐ฌ๐๐ซ๐๐ง๐ ๐ฉ๐๐ฆ๐๐๐ซ๐ข๐ญ๐๐ก๐ฎ๐๐ง ๐ฉ๐๐ซ๐ฆ๐จ๐ก๐จ๐ง๐๐ง, ๐๐ญ๐๐ฎ ๐ฉ๐๐ง๐ฒ๐๐ฆ๐ฉ๐๐ข๐๐ง ๐ข๐ง๐๐จ๐ซ๐ฆ๐๐ฌ๐ข, ๐ฌ๐๐ซ๐ญ๐ ๐ฌ๐๐๐๐ ๐๐ข ๐๐ฅ๐๐ญ ๐๐ฎ๐ค๐ญ๐ข ๐ญ๐๐ซ๐ญ๐ฎ๐ฅ๐ข๐ฌ ๐๐ฅ๐๐ญ ๐ฉ๐๐ง๐ ๐ข๐ง๐ ๐๐ญ ๐ก๐ข๐ฌ๐ญ๐จ๐ซ๐ข๐ฌ, ๐๐๐ง ๐ฉ๐๐๐จ๐ฆ๐๐ง ๐ค๐๐ซ๐ฃ๐, ๐๐๐ข๐ค ๐๐๐ฅ๐๐ฆ ๐ค๐จ๐ง๐ญ๐๐ค๐ฌ ๐ซ๐๐ฌ๐ฆ๐ข ๐ฆ๐๐ฎ๐ฉ๐ฎ๐ง ๐ญ๐ข๐๐๐ค ๐ซ๐๐ฌ๐ฆ๐ข ๐๐ญ๐๐ฎ ๐ฉ๐ซ๐ข๐๐๐๐ข
๐. ๐๐ฎ๐ซ๐๐ญ ๐๐ซ๐ข๐๐๐๐ข
๐๐ฎ๐ซ๐๐ญ ๐ฉ๐ซ๐ข๐๐๐๐ข ๐๐๐๐ฅ๐๐ก ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐๐ญ ๐ฒ๐๐ง๐ ๐๐ข๐๐ฎ๐๐ญ ๐จ๐ฅ๐๐ก ๐ฌ๐๐ฌ๐๐จ๐ซ๐๐ง๐ ๐๐๐ง ๐๐ข๐ญ๐ฎ๐ฃ๐ฎ๐ค๐๐ง ๐ค๐๐ฉ๐๐๐ ๐จ๐ซ๐๐ง๐ ๐ฅ๐๐ข๐ง, ๐ฅ๐๐ฆ๐๐๐ ๐, ๐๐ญ๐๐ฎ ๐ข๐ง๐ฌ๐ญ๐๐ง๐ฌ๐ข ๐๐๐ง ๐๐ข๐ ๐ฎ๐ง๐๐ค๐๐ง ๐ฎ๐ง๐ญ๐ฎ๐ค ๐๐๐ซ๐ค๐จ๐ฆ๐ฎ๐ง๐ข๐ค๐๐ฌ๐ข ๐ฌ๐๐๐๐ซ๐ ๐ฉ๐ซ๐ข๐๐๐๐ข. ๐๐ฌ๐ข ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐๐ญ ๐ฉ๐ซ๐ข๐๐๐๐ข ๐๐ข๐๐ฌ๐๐ง๐ฒ๐ ๐ฆ๐๐ง๐ฒ๐๐ง๐ ๐ค๐ฎ๐ญ ๐ค๐๐ฉ๐๐ง๐ญ๐ข๐ง๐ ๐๐ง ๐ฉ๐ซ๐ข๐๐๐๐ข. ๐๐๐ก๐๐ฌ๐ ๐ฒ๐๐ง๐ ๐๐ข๐ ๐ฎ๐ง๐๐ค๐๐ง ๐๐๐ซ๐ฌ๐ข๐๐๐ญ ๐ญ๐ข๐๐๐ค ๐ซ๐๐ฌ๐ฆ๐ข, ๐ญ๐๐ญ๐๐ฉ๐ข ๐ญ๐๐ญ๐๐ฉ ๐ฆ๐๐ฆ๐ฉ๐๐ซ๐ก๐๐ญ๐ข๐ค๐๐ง ๐ฌ๐จ๐ฉ๐๐ง ๐ฌ๐๐ง๐ญ๐ฎ๐ง. ๐๐ฎ๐ฃ๐ฎ๐๐ง ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐๐ญ ๐ฉ๐ซ๐ข๐๐๐๐ข ๐๐๐๐ฅ๐๐ก ๐ฎ๐ง๐ญ๐ฎ๐ค ๐ฆ๐๐ง๐ ๐ฎ๐ง๐ ๐ค๐๐ฉ๐ค๐๐ง ๐ฉ๐๐ซ๐๐ฌ๐๐๐ง, ๐๐ฆ๐จ๐ฌ๐ข, ๐ข๐๐, ๐ ๐๐ ๐๐ฌ๐๐ง, ๐๐ญ๐๐ฎ ๐ฉ๐๐ฆ๐ข๐ค๐ข๐ซ๐๐ง ๐ค๐๐ฉ๐๐๐ ๐จ๐ซ๐๐ง๐ ๐ฅ๐๐ข๐ง.
๐. ๐๐ข๐ซ๐ข-๐๐ข๐ซ๐ข ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐๐ญ ๐ฉ๐ซ๐ข๐๐๐๐ข ๐๐๐๐ฅ๐๐ก ๐ฌ๐๐๐๐ ๐๐ข ๐๐๐ซ๐ข๐ค๐ฎ๐ญ
๐) ๐๐๐ง๐ ๐ ๐ฎ๐ง๐๐ค๐๐ง ๐๐๐ก๐๐ฌ๐ ๐ฒ๐๐ง๐ ๐๐๐ซ๐ฌ๐ข๐๐๐ญ ๐ญ๐ข๐๐๐ค ๐ซ๐๐ฌ๐ฆ๐ข, ๐ญ๐๐ญ๐๐ฉ๐ข ๐ญ๐๐ญ๐๐ฉ ๐ฌ๐จ๐ฉ๐๐ง.
๐) ๐๐๐ง๐ ๐ ๐ฎ๐ง๐๐ค๐๐ง ๐ค๐๐ญ๐ ๐ ๐๐ง๐ญ๐ข ๐จ๐ซ๐๐ง๐ ๐ฉ๐๐ซ๐ญ๐๐ฆ๐ ๐๐ญ๐๐ฎ ๐จ๐ซ๐๐ง๐ ๐ค๐๐ญ๐ข๐ ๐
๐) ๐๐ข๐๐๐ค ๐ฆ๐๐ง๐๐๐ง๐ญ๐ฎ๐ฆ๐ค๐๐ง ๐ค๐จ๐ฉ ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐๐ญ ๐๐๐ง ๐ง๐จ๐ฆ๐จ๐ซ ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐๐ญ.
๐) ๐
๐จ๐ซ๐ฆ๐๐ญ ๐ฉ๐๐ง๐ฎ๐ฅ๐ข๐ฌ๐๐ง ๐๐๐๐๐ฌ, ๐ญ๐ข๐๐๐ค ๐ฆ๐๐ง๐ ๐ข๐ค๐ฎ๐ญ๐ข ๐ฌ๐ญ๐ซ๐ฎ๐ค๐ญ๐ฎ๐ซ ๐๐๐ค๐ฎ ๐ฌ๐๐๐๐ ๐๐ข๐ฆ๐๐ง๐ ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐๐ญ ๐ซ๐๐ฌ๐ฆ๐ข.
๐) ๐๐ข๐๐๐ค ๐๐๐ ๐ค๐๐ญ๐๐ง๐ญ๐ฎ๐๐ง ๐ค๐ก๐ฎ๐ฌ๐ฎ๐ฌ ๐ฆ๐๐ง๐ ๐๐ง๐๐ข ๐ฃ๐๐ง๐ข๐ฌ ๐๐๐ง ๐ฎ๐ค๐ฎ๐ซ๐๐ง ๐ค๐๐ซ๐ญ๐๐ฌ ๐ฆ๐๐ฎ๐ฉ๐ฎ๐ง ๐ฌ๐๐ฆ๐ฉ๐ฎ๐ฅ ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐๐ญ.
๐) ๐๐๐ง๐ ๐ ๐ฎ๐ง๐๐ค๐๐ง ๐ฌ๐๐ฅ๐๐ฆ ๐ฉ๐๐ฆ๐๐ฎ๐ค๐ ๐๐๐ง ๐ฉ๐๐ง๐ฎ๐ญ๐ฎ๐ฉ ๐ฒ๐๐ง๐ ๐ฌ๐๐ง๐ญ๐๐ข, ๐ฌ๐๐ฌ๐ฎ๐๐ข ๐ก๐ฎ๐๐ฎ๐ง๐ ๐๐ง ๐๐ง๐ญ๐๐ซ๐ ๐ฉ๐๐ง๐ฎ๐ฅ๐ข๐ฌ ๐๐๐ง ๐ฉ๐๐ง๐๐ซ๐ข๐ฆ๐ ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐๐ญ.
๐) ๐๐ฌ๐ข ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐๐ญ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ง๐ฒ๐ ๐ฆ๐๐ฆ๐๐๐ก๐๐ฌ ๐ฆ๐๐ฌ๐๐ฅ๐๐ก ๐ฉ๐ซ๐ข๐๐๐๐ข.
๐๐ง๐ฌ๐ฎ๐ซ-๐ฎ๐ง๐ฌ๐ฎ๐ซ ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐๐ญ ๐ฉ๐ซ๐ข๐๐๐๐ข ๐๐๐๐ฅ๐๐ก ๐ฌ๐๐๐๐ ๐๐ข ๐๐๐ซ๐ข๐ค๐ฎ๐ญ
๐) ๐๐๐ฆ๐ฉ๐๐ญ ๐๐๐ง ๐ญ๐๐ง๐ ๐ ๐๐ฅ ๐ฉ๐๐ง๐ฎ๐ฅ๐ข๐ฌ๐๐ง ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐๐ญ (๐๐๐ฉ๐๐ญ ๐๐ข๐ญ๐ฎ๐ฅ๐ข๐ฌ๐ค๐๐ง ๐๐ข ๐๐๐ ๐ข๐๐ง ๐๐ญ๐๐ฌ ๐๐ญ๐๐ฎ ๐๐ข ๐๐๐ฐ๐๐ก ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐๐ญ ๐ฌ๐๐๐๐ฅ๐ฎ๐ฆ ๐ฌ๐๐ฅ๐๐ฆ ๐ฉ๐๐ง๐ฎ๐ญ๐ฎ๐ฉ, ๐ฌ๐๐ซ๐ญ๐ ๐ญ๐๐ง๐๐ ๐ญ๐๐ง๐ ๐๐ง ๐๐๐ง ๐ง๐๐ฆ๐ ๐ฉ๐๐ฆ๐๐ฎ๐๐ญ ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐๐ญ)
๐) ๐๐ฅ๐๐ฆ๐๐ญ ๐ญ๐ฎ๐ฃ๐ฎ๐๐ง ๐๐ญ๐๐ฎ ๐ฉ๐๐ง๐๐ซ๐ข๐ฆ๐ ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐๐ญ.
๐) ๐๐๐ฅ๐๐ฆ ๐ฉ๐๐ฆ๐๐ฎ๐ค๐.
๐) ๐๐๐ซ๐๐ ๐ซ๐๐ ๐ฉ๐๐ฆ๐๐ฎ๐ค๐.
๐) ๐๐ฌ๐ข ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐๐ญ.
๐) ๐๐๐ซ๐๐ ๐ซ๐๐ ๐ฉ๐๐ง๐ฎ๐ญ๐ฎ๐ฉ.
๐) ๐๐๐ฅ๐๐ฆ ๐ฉ๐๐ง๐ฎ๐ญ๐ฎ๐ฉ
๐) ๐๐๐ฆ๐ ๐๐๐ง ๐ญ๐๐ง๐๐ ๐ญ๐๐ง๐ ๐๐ง ๐ฉ๐๐ง๐ฎ๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐๐ญ
๐. ๐๐ฎ๐ซ๐๐ญ ๐๐๐ฌ๐ฆ๐ข
๐๐๐ง๐ฎ๐ซ๐ฎ๐ญ ๐๐๐ฆ๐ฎ๐ฌ ๐๐๐ฌ๐๐ซ ๐๐๐ก๐๐ฌ๐ ๐๐ง๐๐จ๐ง๐๐ฌ๐ข๐, ๐ญ๐ฎ ๐ซ๐๐ฌ๐ฆ๐ข ๐๐๐๐ฅ๐๐ก ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐๐ญ ๐ฒ๐๐ง๐ ๐๐ข๐ ๐ฎ๐ง๐๐ค๐๐ง ๐ฎ๐ง๐ญ๐ฎ๐ค ๐ค๐๐ฉ๐๐ง๐ญ๐ข๐ง๐ ๐๐ง ๐ซ๐๐ฌ๐ฆ๐ข ๐๐ญ๐๐ฎ ๐๐จ๐ซ๐ฆ๐๐ฅ, ๐๐๐ข๐ค ๐จ๐ฅ๐๐ก ๐ฉ๐๐ซ๐ฌ๐๐จ๐ซ๐๐ง๐ ๐๐ง, ๐ฅ๐๐ฆ๐๐๐ ๐ ๐ข๐ง๐ฌ๐ญ๐๐ง๐ฌ๐ข, ๐ฆ๐๐ฎ๐ฉ๐ฎ๐ง ๐จ๐ซ๐ ๐๐ง๐ข๐ฌ๐๐ฌ๐ข. ๐๐ฎ๐ซ๐๐ญ ๐ซ๐๐ฌ๐ฆ๐ข ๐๐๐ซ๐ญ๐ฎ๐ฃ๐ฎ๐๐ง ๐ฎ๐ง๐ญ๐ฎ๐ค ๐ฆ๐๐ง๐ฒ๐๐ฆ๐ฉ๐๐ข๐ค๐๐ง ๐ข๐ง๐๐จ๐ซ๐ฆ๐๐ฌ๐ข ๐ฉ๐๐ง๐ญ๐ข๐ง๐ , ๐ฉ๐๐ซ๐ข๐ณ๐ข๐ง๐๐ง, ๐ฉ๐๐ง๐ฎ๐ ๐๐ฌ๐๐ง, ๐ฉ๐๐ฆ๐๐๐ซ๐ข๐ญ๐๐ก๐ฎ๐๐ง ๐๐ญ๐๐ฎ ๐ฉ๐๐ง๐ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐๐ง ๐ฌ๐๐๐๐ซ๐ ๐ซ๐๐ฌ๐ฆ๐ข ๐ค๐๐ฉ๐๐๐ ๐ฉ๐ข๐ก๐๐ค-๐ฉ๐ข๐ก๐๐ค ๐ญ๐๐ซ๐ค๐๐ข๐ญ. ๐๐๐ฅ๐๐ข๐ง ๐ข๐ญ๐ฎ ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐๐ญ ๐ซ๐๐ฌ๐ฆ๐ข ๐ฃ๐ฎ๐ ๐ ๐๐๐ฉ๐๐ญ ๐๐ข๐ ๐ฎ๐ง๐๐ค๐๐ง ๐ฌ๐๐๐๐ ๐๐ข ๐๐ฎ๐ค ๐ญ๐๐ซ๐ญ๐ฎ๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฒ๐๐ง๐ ๐ฆ๐๐ฆ๐ข๐ฅ๐ข๐ค๐ข ๐ค๐๐ค๐ฎ๐๐ญ๐๐ง ๐ก๐ฎ๐ค๐ฎ๐ฆ ๐๐ฉ๐๐๐ข๐ฅ๐ ๐๐ข๐ฉ๐๐ซ๐ฅ๐ฎ๐ค๐๐ง ๐๐ข ๐ค๐๐ฆ๐ฎ๐๐ข๐๐ง ๐ก๐๐ซ๐ข.
๐. ๐๐ข๐ซ๐ข-๐๐ข๐ซ๐ข ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐๐ญ ๐ซ๐๐ฌ๐ฆ๐ข ๐๐๐๐ฅ๐๐ก ๐ฌ๐๐๐๐ ๐๐ข ๐๐๐ซ๐ข๐ค๐ฎ๐ญ
๐) ๐๐ข๐ ๐ฎ๐ง๐๐ค๐๐ง ๐ฎ๐ง๐ญ๐ฎ๐ค ๐ค๐๐ฉ๐๐ง๐ญ๐ข๐ง๐ ๐๐ง ๐ซ๐๐ฌ๐ฆ๐ข.
๐) ๐๐ข๐ค๐๐ฅ๐ฎ๐๐ซ๐ค๐๐ง ๐จ๐ฅ๐๐ก ๐ฉ๐ข๐ก๐๐ค ๐ซ๐๐ฌ๐ฆ๐ข.
๐) ๐๐ข๐ญ๐ฎ๐ฅ๐ข๐ฌ ๐๐๐ง๐ ๐๐ง ๐ค๐๐ข๐๐๐ก ๐๐๐ก๐๐ฌ๐ ๐๐ง๐๐จ๐ง๐๐ฌ๐ข๐ ๐ฒ๐๐ง๐ ๐๐๐ข๐ค ๐๐๐ง ๐๐๐ง๐๐ซ.
๐) ๐๐๐ง๐ ๐ ๐ฎ๐ง๐๐ค๐๐ง ๐๐๐ก๐๐ฌ๐ ๐ฒ๐๐ง๐ ๐๐๐ซ๐ฌ๐ข๐๐๐ญ ๐๐จ๐ซ๐ฆ๐๐ฅ ๐๐ญ๐๐ฎ ๐ซ๐๐ฌ๐ฆ๐ข.
๐) ๐๐๐ง๐ ๐ ๐ฎ๐ง๐๐ค๐๐ง ๐ฉ๐๐ซ๐ง๐ฒ๐๐ญ๐๐๐ง-๐ฉ๐๐ซ๐ง๐ฒ๐๐ญ๐๐๐ง ๐ฒ๐๐ง๐ ๐ฌ๐ข๐ง๐ ๐ค๐๐ญ, ๐๐๐๐ค๐ญ๐ข๐, ๐ฉ๐๐๐๐ญ, ๐๐๐ง ๐๐ค๐ฌ๐ฉ๐ฅ๐ข๐ฌ๐ญ
๐) ๐๐๐ฆ๐ข๐ฅ๐ข๐ค๐ข ๐ฌ๐ญ๐ซ๐ฎ๐ค๐ญ๐ฎ๐ซ ๐ฒ๐๐ง๐ ๐๐๐ค๐ฎ ๐๐๐ง ๐ฌ๐ข๐ฌ๐ญ๐๐ฆ๐๐ญ๐ฌ
๐) ๐๐๐ฆ๐ฎ๐๐ญ ๐ค๐๐ฉ๐๐ฅ๐ ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐๐ญ ๐๐ญ๐๐ฎ ๐ค๐จ๐ฉ ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐๐ฅ ๐ง๐จ๐ฆ๐จ๐ซ ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐๐ญ, ๐ก๐๐ฅ, ๐๐๐ง ๐ฅ๐๐ฆ๐ฉ๐ข๐ซ๐๐ง ๐ฃ๐ข๐ค๐ ๐๐ญ๐๐ญ ๐ง๐๐ฆ๐ ๐ฅ๐๐ฆ๐๐๐ ๐ ๐๐ญ๐๐ฎ ๐ข๐ง๐ฌ๐ญ๐๐ง๐ฌฤฑ.
๐) ๐๐ข๐๐ฎ๐๐ฎ๐ก๐ข ๐ฌ๐ญ๐๐ฆ๐ฉ๐๐ฅ ๐๐ญ๐๐ฎ ๐๐๐ฉ ๐ซ๐๐ฌ๐ฆ๐ข ๐ฌ๐๐ฌ๐ฎ๐๐ข ๐ฅ๐๐ฆ๐๐๐ ๐/๐ข๐ง๐ฌ๐ญ๐๐ง๐ฌ๐ข/๐จ๐ซ๐ ๐๐ง๐ข๐ฌ๐๐ฌ๐ข ๐ฉ๐๐ฆ๐๐ฎ๐๐ญ ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐๐ญ ๐ฒ๐๐ง๐ ๐ฆ๐๐ง๐ข๐ฆ๐ฉ๐ ๐ญ๐๐ง๐๐ ๐ญ๐๐ง๐ ๐๐ง ๐๐๐ง ๐ง๐๐ฆ๐ ๐ฉ๐๐ฆ๐๐ฎ๐๐ญ ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐๐ญ.
๐.๐๐ญ๐ซ๐ฎ๐ค๐ญ๐ฎ๐ซ ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐๐ญ ๐ซ๐๐ฌ๐ฆ๐ข ๐๐ข๐ฌ๐ฎ๐ฌ๐ฎ๐ง ๐๐๐ง ๐ญ๐๐ซ๐๐ข๐ซ๐ข ๐๐ญ๐๐ฌ ๐๐๐๐๐ซ๐๐ฉ๐ ๐๐๐ ๐ข๐๐ง, ๐๐ง๐ญ๐๐ซ๐ ๐ฅ๐๐ข๐ง ๐ฌ๐๐๐๐ ๐๐ข ๐๐๐ซ๐ข๐ค๐ฎ๐ญ.
๐) ๐๐๐ฉ๐๐ฅ๐ ๐๐ญ๐๐ฎ ๐ค๐จ๐ฉ ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐๐ญ.
๐) ๐๐๐ง๐ ๐ ๐๐ฅ ๐ฉ๐๐ง๐ฎ๐ฅ๐ข๐ฌ๐๐ง ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐๐ญ.
๐) ๐๐ฅ๐๐ฆ๐๐ญ ๐ญ๐ฎ๐ฃ๐ฎ๐๐ง.
๐) ๐๐๐ฅ๐๐ฆ ๐ฉ๐๐ฆ๐๐ฎ๐ค๐
๐) ๐๐๐ซ๐๐ ๐ซ๐๐ ๐ฉ๐๐ฆ๐๐ฎ๐ค๐
๐) ๐๐ฌ๐ข ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐๐ญ
๐) ๐๐๐ง๐ฎ๐ญ๐ฎ๐ฉ ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐๐ญ
๐) ๐๐๐ฆ๐ ๐๐๐ง ๐ญ๐๐ง๐๐ ๐ญ๐๐ง๐ ๐๐ง ๐ฉ๐๐ฆ๐๐ฎ๐๐ญ ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐๐ญ.
๐) ๐๐ญ๐๐ฆ๐ฉ๐๐ฅ ๐๐ญ๐๐ฎ ๐๐๐ฉ ๐ฅ๐๐ฆ๐๐๐ ๐
๐๐) ๐๐๐ฆ๐๐ฎ๐ฌ๐๐ง (๐ฃ๐ข๐ค๐ ๐๐ข๐ฉ๐๐ซ๐ฅ๐ฎ๐ค๐๐ง).
A.Teks Deskripsi
Teks deskripsi adalah teks yang bertujuan melukiskan suatu objek, tempat, orang, atau peristiwa secara terperinci, agar pembaca dapat membayangkan dan merasakan apa yang digambarkan. Teka deskripal bertujuan menggambarkan objek secara jelas dan mendetail sehingga seolah-olah pembaca dapat melihat serta merasakannya langsung
1. Ciri-Ciri Teks Deskripsi
a. Menggambarkan suatu benda, tempat, atau suasana
b.Menggunakan kalimat yang melibatkan pancaindra
c. Menjelaskan ciri-ciri objek, seperti bentuk, warna, ukuran, dan keadaan objek secara detail
d. Membuat pembaca seolah-olah dapat merasakan langsung apa yang sedang dibahas dalam teks desknpsi
2. Struktur Teks Deskripsi
a Identifikasi (pernyataan umum) Bagian pembuka yang memperkenalkan objek atau topik yang akan dideskripsikan.
b. Deskripsi bagian Bagian yang memuat rincian atau karakteristik objek secara lengkap dan mendalam
c. Kesimpulan atau penutup Bagian yang menyampaikan kesan atau simpulan penulis terhadap objek yang dideskripsikan.
3. Jenis-Jenis Teks Deskripsi
a. Deskripsi subjektif. Menggambarkan objek berdasarkan perasaan, pendapat, atau pandangan pribadi penulis
b Deskripsi objektif Menggambarkan objek berdasarkan fakta tanpa mencampurkan pendapat atau opini pribadi
c. Deskripsi spasial Menggambarkan tempat atau lokasi berdasarkan hasil pengamatan secara langsung
B.Teks Berita
Teks berita adalah teks yang berisi informasi atau kabar terbaru tentang peristiwa atau kejadian yang terjadi di suatu tempat. Berita biasanya disampaikan melalui media massa, seperti surat kabar, televisi, radio, dan media online.
1. Ciri-Ciri Teks Berita
a. Faktual Berdasarkan fakta yang benar dan dapat diverifikasi
b. Aktual Memuat informasi terbaru atau sedang terjadi.
c. Objektif Disampaikan apa adanya, tanpa opini pribadi penulis.
d. Menarik: Disusun dengan bahasa yang menarik perhatian pembaca.
2. Struktur Teks Berita
a . Judul (headline) Bagian awal yang mencerminkan isi berita secara keseluruhan dengan singkat, jelas, menarik, dan informatif untuk menarik perhatian pembaca.
B. Teras berita (head): Paragraf pembuka yang memuat informasi paling penting, biasanya menjawab pertanyaan 5W + 1H (What, Who, Where, When, Why, How).
C. Isi berita (body): Bagian ini memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai peristiwa yang diberitakan, termasuk latar belakang, kronologi, dan dampak peristiwa.
d. Ekor berita (leg): Berisi informasi tambahan yang tidak terlalu penting, seperti data pendukung atau kutipan narasumber, dan dapat dihilangkan tanpa mengurangi inti berita.
3. Unsur-Unsur Teks Berita (5W + 1H)
A. What (apa): Peristiwa yang terjadi.
b. Who (siapa) Pihak yang terlibat dalam peristiwa.
c. Where (di mana): Lokasi kejadian.
d. When (kapan): Waktu terjadinya peristiwa.
e. Why (mengapa): Alasan atau latar belakang peristiwa.
f. How (bagaimana): Cara atau proses terjadinya peristiwa.
C. C Teks Laporan Percobaan
Teks laporan percobaan adalah teks yang memaparkan tujuan, proses, dan hasil dari su percobaan ilmiah yang telah dilakukan. Teks ini digunakan untuk menyampaikan informasi kepad pembaca tentang apa yang telah dilakukan dan ditemukan selama percobaan, kegiatan praktikum ataupun dalam karya ilmiah sederhana.
1. Tujuan Teks Laporan Percobaan
a. Menyampaikan hasil percobaan secara jelas dan sistematis
b. Mendokumentasikan prosedur dan hasil untuk b. keperluan analisis
c. Menyajikan data sebagai bukti dmiah. d. Membantu pembaca memahami cara kerja suatu fenomena atau proses
2. Ciri-Ciri Teks Laporan Percobaan
a Faktual dan objektif
b. Menggunakan bahasa yang jelas dan formal.
c. Memuat data dan hasil yang dapat diukur.
d. Disusun dengan format yang teratur (judul, alat dan bahan, prosedur, hasil, serta kesimpulan).
3. Struktur Teks Laporan Percobaan
A. Tujuan percobaan. Menjelaskan maksud atau tujuan yang ingin dicapai melalui percobaan
yang dilakukan. Bagian ini berisi pernyataan tentang apa yang ingin dibuktikan atau ditemukan.
b. Alat dan bahan: Berisi daftar alat dan bahan yang dibutuhkan untuk melaksanakan percobaan, termasuk semua peralatan laboratorium dan bahan kimia yang digunakan
c. Prosedur atau metode: Penulis atau peneli memaparkan langkah-langkah atau tahapan yang dilakukan selama percobaan. Bagian ini juga dapat mencakup informasi tentang tempat dan waktu percobaan, serta objek yang digunakan dalam penelitian.
d. Hasil percobaan: Bagian ini menguraikan tem temuan penting yang diperoleh dari percobaan, sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan. Umumnya, hasil percobaan disajikan dalam bentuk data, tabel, grafik, atau deskripsi
D Iklan, Slogan, dan Poster
Iklan, slogan, dan poster menggunakan teks per
1. Iklan
Iklan merupakan salah satu media informall yang digunakan untuk memben tahu menawarkan dan mempromosikan suatu produk, barang atau Jasa kepada masyarakat iklan bersifat membujuk atau mendorang masyarakat agar tertarik untuk membeli barang dan/atau menggunakan jasa yang ditawarkan
Ciri-ciri dan tujuan iklan adalah sebaga berikut
1) Berisi pengenalan barang, produk, atau jana yang ditawarkan kepada masyarakat
2) Menggunakan bahasa persuasif, yaitu hahasa yang bersifat membujuk dan mendorong seseorang untuk membeli atau menggunakan barang atau jasa yang ditawarkan
3) Bersifat komersial
4) Sasaran iklan dapat mencakup semua usia atau kelompok usia tertentu sesuai dengan produk dan/atau jasa yang ditawarkan
5) Menggunakan media cetak, audio, atau audiovisual
6) Unsur-unsur iklan meliputi gambar, gerak, suara, dan kata-kata
7) Tujuan iklan adalah untuk memperkenalkan produk atau jasa, memasarkan produk, dan memperkuat citra brand suatu produk atau jasa
b. Langkah-langkah menyusun iklan dapat melalui tahap-tahap sebagai berikut
c. Jenis iklan berdasarkan isinya dapat dikelompokkan sebagai berikut.
1) Iklan penawaran atau niaga
2) Iklan pemberitahuan atau pengumuman
3) Iklan permintaan (kerja sama dan lain-lain)
4) Iklan layanan masyarakat
D.Jenis iklan berdasarkan media yang digunakan dapat di kelompokkan sebagai berikut
1.Iklan elektronik Penyebar lussannya menggunakan media elektronik, seperti radio, televisi, dan internet
2) iklan cetak Penyebar luasanya melalu media cetak, seperti koran, brosur, majalah, dan tabloid
e.berdasarkan fungsi dan tujuannya, iklan dapat dikelompokkan sebagai berikut.
1. Iklan komersial:Bertujuan untuk meningkatkan keuntungan serta mendorong target penjualan barang atau jasa.
2) Iklan nonkomersial: Bertujuan untuk membenkan edukasi, partisipasi, informasi atau ajakan kepada masyarakat untuk ikut serta dalam aktivitas sosial atau kemanusiaan.
2. Slogan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. slogan adalah perkataan atau kalimat pendek yang menarik, mencolok, dan mudah diingat yang memberikan kesan mendalam untuk memberitahukan sesuatu, menjadi dasar tuntunan atau pegangan hidup, prinsip utama, atau untuk menjelaskan tujuan suatu ideologi golongan, organisasi, partai politik, dan sebagainya. Slogan pada umumnya bersifat provokatif sehingga memengaruhi pembaca atau pendengarnya.
a. Ciri-ciri dan tujuan slogan adalah sebagai berikut.
1) Berisi pengaruh, imbauan, motivasi, atau ajakan yang bersifat memengaruhi, mengimbau, memotivasi, atau menyadarkan masyarakat tentang sesuatu yang perlu segera dilakukan atau ditindaklanjuti.
2) Slogan dapat berbentuk kalimat, klausa, atau frasa, sedangkan gambar hanya sebagai pendukung
3) Menggunakan pilihan kata yang singkat, jelas, padat, menarik, komunikatif, dan bersifat persuasif
4) Slogan dapat berupa semboyan suatu organisasi ataupun kelompok masyarakat
5) Sasaran slogan menjangkau semus kalangan masyarakat, tanpa batas atau latar belakangan
6) Slogan bersifat sosial dan menginspirasi seseorang atau sekelompak orang bahkan masyarakat luat, untuk melakukusn sesuatu yang positif dan bermanfaat bagi dei sendiri maupun orang lain.
B. Langkah-langkah menyusun slogan adalah sebagai berkut
1)Menentukan objek atau terme yang akan dijadikan bahan penulisan slogan
2) Mengidentifikasi keunikan atau keistimewaan dari objek yang akan dijadikan slogan.
3) Memilih aspek paling menarik dan relevan yang layak diangkat dalam bentuk slogan
4) Menyusun ungkapan atau kata-kata khusus yang mampu menarik perhatian dan sesum dengan objek yang akan dijadikan slogan.
5) Menggunakan media cetak atau visual untuk mendukung penyampaian pesan secara lebih efektif
Berikut merupakan contoh slogan
"Makan sayuran segar, hidup sehat dabugar"ar
3. Poster
Poster adalah media publikasi visual berupa plakat atau lembaran pengumuman yang berisi gambar atau gabungan antara gambar dan kata-kata singkat, jelas, dan menarik, yang bertujuan untuk menyampaikan pemberitahuan, ide, gagasan, imbauan, larangan, informasi, atau pengumuman kepada khalayak ramai.
a Ciri-ciri dan tujuan poster adalah sebagai berikut
1) Langsung menarik perhatian ketika dilihat, terutama melalui penggunaan warna yang kontras
2) Mengutamakan unsur visual, seperti gambar ,sketsa, lukisan, simbol, dan perpaduan wama.
3) Jika menggunakan teks, kalimat harus bersifat ajakan atau persuasif, singkat, dan padat.
4) Mampu meninggalkan kesan mendalam meskipun hanya dibaca secara sepintas.
5) Dipasang di lokasi yang strategis di tempat umum
6) Didesain di atas media kertas, kain, atau videotron.
7) Poster bertujuan membenkan informasฤฑ, mengajak, dan mengimbau banyak orang untuk melakukan sesuatu seperti yang tergambar atau tertulis pada poster tersebut
b Langkah-langkah membuat poster, antara lain sebagai berikut
1) Menentukan topik dan tujuan yang ingin disampaikan melalui poster
2) Merumuskan pesan atau amanat yang Ingin disampaikan.
3) Menentukan gambar yang sesuai tema dan pesan atau amanat melalui penggunaan warna-warna yang menarik dan serasi.
4) Jika memerlukan kata-kata pendukung. rumuskan kalimat poster dengan kalimat yang singkat, menarik, padat, dan jelas agar mudah dipahami orang.
5) Menggunakan kalimat yang bersifat membujuk agar dapat memengaruhi banyak orang.
6) Memilih dan menggunakan media yang tepat untuk menyampaikan pesan, seperti kertas, papan yang luas, kain rentang, seng, atau media lainnya.
๐๐๐ค๐ฌ ๐๐ค๐ฌ๐ฉ๐จ๐ฌ๐ข๐ฌ๐ข
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, teks eksposisi adalah teks yang berisi uraian atau informasi yang bertujuan untuk menyampaikan pendapat atau gagasan, dan disapkan dengan fakta untuk memperkuat informasi tersebut. Dengan pendapat atau gagasi adalah teks yang menguraikan pandangan, gagasan, atau opini yang dilengkapi dengan argumen dan fakta pendukung untuk menguatkannya sehingga penjelasan logis dan penulis dapat membuka wawasan pembaca
Tujuan teks eksposisi adalah memberikan informasi atau pengetahuan berdasarkan faktu sesum dengan sudut pandang tertentu sehingga pembaca dapat dengan mudah memahami makna serta isi pengetahuan yang terkandung di dalam teks tersebut Oleh karena itu, unsur-unsur yang harus ada dalam teks eksposisi adalah gagasan dan fakta.
1 . Ciri-Ciri Teks Eksposisi
Ciri-ciri teks eksposisi adalah sebagai berikut.
A.memberikan informasi atau pengetahuan.
b. Menggunakan bahasa yang baku
C.Berisi fakta
d . Format penulisan yang singkat, jelas, dan padat
E.Bersifat objektif dan tidak memihak.
2. Struktur Teks Eksposisi
Teks eksposisi dibangun dengan struktur berikut.
a. Tesis: berisi pengenalan isu, masalah, gagasan utama, hingga pandangan penulis secara umum terkait topik atau masalah yang dibahas.
b. Rangkaian argumen berisi pendanat dalam bentuk alasan yang logs informasi sesuai hasil temuan fakta yang terjadi, hingga pernyataan para ahli,
c. Penegasan ulang berisi penegation terhadap pendapat awal sekaligus menyajikan simpulan dan saran terhadap keseluruhan masalah yang dibahas
3. Kaidah Kebahasaan Teks Eksposisi
Kaidah kebahasaan yang digunakan pada teks eksposisi adalah sebagai berikut
a Penggunaan kata-kata teknis (hutan lindung. sedimentasi budaya tradisional, wanawisata, pemanasan global, dan lain-lain)
b. Penggunaan kata-kata yang menunjukkan hubungan argumentasi (ika, karena, sebab, akibatnya dengan demikian, oleh karena itu, dan lain-lain)
C. Penggunaan kata-kata yang berhubungan dengan kronologis/temporal (akhirnya, namun, sebelum itu, kemudian, sebaliknya, berbeda hainya, dan lain-lain)
d. Penggunaan kata-kata yang berhubungan dengan perbandingan/pertentangan (sementara itu, sedangkan, berbeda halnya, namun, dan sebagainya)
E. enggunaan kata kerja mental atau melibatkan aktivitas jiwa dan/atau perasaan atau pemikiran. (menyimpulkan, memperkirakan, mengharapkan memprihatinkan, mengagumkan, menyedihkan, menduga, mengasumsikan, dan menjelaskan)
f. Penggunaan kata-kata rujukan (berdasarkan data merujuk pada pendapat, menurut pendapat dan sebagainya).
g. Penggunaan kata-kata persuasif (semestinya, sebaiknya, diharapkan, perlu, hendaklah, baik bila dan lain-lain).
h Penggunaan kata-kata denotatif (kata yang memiliki makna sebenarnya atau kata yang belum mengalami perubahan makna)
4. Pola Pengembangan Teks Eksposisi
Dalam teks eksposisi, hubungan antarbagian dalam teks berpola sebab akibat. Pola-pola pengembangan teks eksposisi adalah sebagai berikut
. Pola umum-khusus
b. Pola khusus-umum
c. Pola ilustrasi
d. Pola perbandingan
5. Langkah Penyusunan Teks Eksposisi
memerlukan tahapan sistematis sebagai beriku Langkah-langkah menyusun teks eksposi
a. Menentukan isu ataupun masalah yang akan dibahas.
b. Membaca berbagai sumber yang berkaitan dengan isu yang dipilih
c. Mendaftar topik-topik yang berkaitan dengan isu
d. Menyusun kerangka karangan struktur teks eksposisi
E. Mengembangkan kerangka yang telah disusun menjadi teks eksposisi.
f. Melakukan penyuntingan untuk memperbaiki kesalahan tata bahasa, ejaan, struktur kalimat
F. Puisi
Adalah bentuk karya sastra yang menggunakan kata kata indah dan bermakna
Puisi Lama atau Puisi Rakyat
1 Pussi rakyat adalah sastra lisan berupa pur saat yang berkembang pada masa tradisional Topan poiss rakyat adalah untuk mama masyarakat menghibur pembaca serta membe dalarฤฑ cangka mendirik anak Sela emberikan nasihat Sanit, pasi rakyat perenungan, ga berfungsi untuk memberikan isyarat untuk memulai suatu permainan, mengajak, melantuk melakukan sesuatu menggambarkan pere serta memprotes ketidakadilan yang terjadi di masyarakat. Hal-hal yang disampaikan dalam puisi rakyat barmannya berupa nasihat, sindiran, atau humor
*Puisi rakyat memiliki ciri-ciri sebagai berikut Terdapat persajakan atau rima. Rima adalah pengulangan bunyi yang terdapat dalam lank puisi secara teratur.
*baris Terdiri atas beberapa jumlah kata dalam satu
*Terdiri atas beberapa jumlah baris dalam satu bait Bait adalah satu kesatuan puisi yang terdiri atas beberapa baris
*Terdiri atas beberapa jumlah suku kata dalam setiap baris
Terdapat berbagai jenis puisi rakyat dengan masing-masing memiliki ciri-ciri sebagai berikut
a Pantun memiliki ciri-ciri sebagai berikut
*Satu bait terdiri atas empat baris.
*Setiap baris terdiri atas 8-12 suku kata.
*Baris pertama dan kedua merupakan sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempat merupakan isi
*Rima akhir berpola a-b-a-b, artinya d. bunyi akhir baris pertama sama dengan bunyi akhir baris ketiga dan bunyi akhir baris kedua sama dengan bunyi akhir baris keempat.
b. Gurindam memiliki ciri-ciri sebagai berikut. Setiap bait terdiri atas dua baris atau larik Setiap larik terdiri atas 8-14 suku kata.
Larik pertama merupakan syarat, sedangkan larik kedua merupakan jawaban
Larik pertama dan kedua membentuk kalimat majemuk, umumnya berupa hubungan sebab-akibat.
Rima akhir berpola a-a.
Mantra meered on-cni sebagai berikut
Teridin atas beberapa rangkuman kasa yang
Lemya berhubungan dengan kekuatan dan dibuat serta diucapkan untuk tujuan tertentu
Merigandung unsur rayuan dan perintah
Merupakan satu kesatuan utuh dan tidak
dapat dipahami secara terpisah pisa Mengutamakan keindahan permainan bonyi
2. Puisi Baru
Puisi baru adalah karya sastra yang tidak terikat oleh aturan tertentu Puisi ini merupakan bentuk karya sastrayanga ing disebutkan bahwa puitis, terdiri atas tarik puisi ditulis dengan menggunakan bahasa yang dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman hidup serta membangkitkan tanggapan khusus melalui penataan bunyi, rama, dan makna khusus Unsur-unsur yang terdapat dalam puisi baru adalah sebagai berikut.
a. Larik adalah baris dalam puisi atau sajak
b Bait adalah satu kesatuan puisi yang terdiri atas beberapa baris, seperti pantun yang terdiri atas empat baris
c. Rima adalah pengulangan bunyi yang berselang, baik dalam puisi maupun pada bagian akhir bans
imaji adalah unsur yang melibatkan pancaindra manusia dan dapat menggiring pembaca untuk membayangkan suatu kejadian dalam puisi
e. Diksi adalah pemilihan kata-kata yang digunakan oleh penyair dalam puisi. Diksi dipilih secara cermat agar padat makna dan mengandung nilai estetika (keindahan)
f. Majas atau gaya bahasa merupakan unsur penting dalam membangun puisi. Kekuatan. dan kedalaman makna puisi sangat bergantung pada majas yang digunakan Berikut adalah beberapa majas yang biasanya digunakan dalam puisi