Minggu, 25 Januari 2026

Tugas pjj

Materi pada link pertama berisi contoh atau penjelasan mengenai cara seorang MC menyampaikan susunan acara dengan menggunakan kalimat yang jelas, sopan, dan mudah dipahami oleh pendengar. Dalam kegiatan memandu acara, seorang MC dituntut untuk berbicara dengan kalimat yang tidak bertele-tele agar informasi dapat diterima dengan baik oleh audiens.

 Link kedua menjelaskan materi tentang kalimat efektif secara mendalam, lengkap dengan pengertian, ciri-ciri, contoh, dan kesalahan umum.Seperti majas pleonasme, majas efektif, kata sapaan, kalimat ganti (pronomina), serta jenis-jenis makna kata.

 hubungan dari kedua link tersebut

materi pada blog menjelaskan kalimat kalimat dengan efektif dan mendalam sedangkan, materi pada Facebook menunjukkan cara menjadi MC yang lebih baik berkomunikasi dengan menjadi profesional, logis, dan tidak bertele- tele

Kamis, 22 Januari 2026

ringkasan himbauan dan kata keterangan

 1.Kata Imbuhan

Kata imbuhan adalah kata dasar yang diberi imbuhan (awalan, akhiran, sisipan, atau gabungan) sehingga membentuk makna baru.

Jenis dan Contoh:

Awalan (prefiks)

Contoh: me-, ber-, di-

menulis (me- + tulis) → Ani menulis surat.

bermain (ber- + main) → Adik bermain bola.

Akhiran (sufiks)

Contoh: -an, -kan, -i

makanan (makan + -an) → Ibu memasak makanan.

ajarkan (ajar + -kan) → Guru ajarkan pelajaran.

Sisipan (infiks)

Contoh: -el-, -em-

telunjuk (tunjuk + -el-)

gemetar (getar + -em-)

Gabungan (konfiks)

Contoh: ke-an, per-an

kebaikan (ke- + baik + -an)

permainan (per- + main + -an)

2.. Kata Keterangan

Kata keterangan adalah kata yang memberi keterangan tambahan pada kata kerja, kata sifat, atau kalimat.

Jenis dan Contoh:

Keterangan waktu

Contoh: kemarin, besok

Saya belajar kemarin.

Keterangan tempat

Contoh: di rumah, ke sekolah

Ayah bekerja di kantor.

Keterangan cara

Contoh: dengan cepat, perlahan

Dia berjalan perlahan-lahan.

Keterangan sebab

Contoh: karena, sebab

Kami terlambat karena hujan.

Keterangan tujuan

Contoh: agar, supaya

Ia belajar rajin agar pintar.

Kamis, 13 November 2025

Cara merawat tumbuhan

 Merawat tanaman di sekolah adalah kegiatan yang sangat penting untuk menjaga lingkungan tetap hijau, segar, dan nyaman bagi semua warga sekolah. Setiap siswa harus ikut menjaga tanaman agar sekolah terlihat lebih indah dan asri. Hal pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan peralatan yang dibutuhkan, seperti penyiram air, sekop kecil, pupuk, dan kantong sampah untuk membuang daun atau sampah yang ada di sekitar tanaman. Setelah semua alat siap, tanaman perlu disiram setiap pagi agar tanah tetap lembap dan tanaman bisa tumbuh dengan baik. Selain menyiram, kita harus memperhatikan kebersihan area sekitar tanaman, seperti mencabut rumput liar atau gulma yang tumbuh di sekitar tanaman karena gulma dapat menyerap nutrisi yang dibutuhkan tanaman. Daun kering atau ranting yang jatuh juga perlu dibersihkan agar tanaman tetap terlihat rapi dan tidak mudah terserang hama atau penyakit. Agar tanaman semakin subur, kita perlu memberikan pupuk secara berkala sesuai kebutuhan tanaman. Setelah itu, tanah di sekitar tanaman digemburkan menggunakan sekop kecil supaya akar tanaman mendapatkan cukup udara dan lebih mudah menyerap air serta pupuk. Tidak hanya itu, kita juga harus memperhatikan kondisi tanaman setiap hari, sehingga jika ada tanaman yang layu atau terkena hama, kita bisa segera menanganinya. Setelah semua kegiatan selesai, bersihkan kembali tempatnya dan simpan alat-alat merawat tanaman di tempat semula agar tidak berantakan. Dengan melakukan perawatan tanaman secara rutin, tanaman akan tumbuh sehat, lingkungan sekolah menjadi lebih bersih, hijau, dan nyaman, serta memberikan suasana belajar yang lebih menyenangkan bagi semua siswa.

Deskripsi Smp Negeri 160


Deskripsi SMP Negeri 160


SMP Negeri 160 adalah salah satu sekolah menengah pertama yang dikenal memiliki lingkungan pendidikan yang nyaman, aman, dan penuh semangat belajar. Sekolah ini berdiri di kawasan yang tenang, sehingga suasana belajar terasa kondusif dan mendukung perkembangan siswa baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. Bangunan sekolah tertata rapi dengan halaman yang luas, dihiasi pepohonan hijau yang memberikan kesan sejuk dan asri. Para siswa dapat belajar dengan tenang sekaligus menikmati udara segar di lingkungan sekolah.


Fasilitas yang tersedia di SMP Negeri 160 cukup memadai untuk menunjang proses pembelajaran. Ruang kelas yang bersih, terang, dan nyaman dilengkapi dengan media pembelajaran modern. Sekolah ini juga memiliki perpustakaan dengan koleksi buku yang beragam, laboratorium IPA untuk kegiatan eksperimen, ruang komputer yang mendukung pembelajaran teknologi, serta lapangan olahraga yang luas untuk kegiatan fisik dan ekstrakurikuler. Seluruh fasilitas tersebut dirawat dengan baik agar siswa dapat belajar secara optimal.


SMP Negeri 160 memiliki tenaga pendidik dan staf sekolah yang profesional, ramah, dan penuh dedikasi. Para guru tidak hanya memberikan pelajaran di kelas, tetapi juga membimbing siswa dalam mengembangkan karakter, sikap disiplin, dan rasa tanggung jawab. Mereka selalu mendorong siswa untuk aktif bertanya, berpikir kritis, serta percaya diri dalam menyampaikan pendapat. Pendekatan pembelajaran yang diterapkan juga bervariasi, mulai dari diskusi kelompok, presentasi, hingga kegiatan praktik, sehingga proses belajar terasa lebih menarik dan tidak membosankan.


Selain pembelajaran akademik, SMP Negeri 160 juga memberikan perhatian besar pada pengembangan bakat dan minat siswa. Berbagai kegiatan ekstrakurikuler tersedia, di antaranya pramuka, futsal, basket, seni tari, musik, paduan suara, PMR, dan organisasi OSIS. Melalui kegiatan-kegiatan tersebut, siswa dapat belajar bekerja sama, memimpin kelompok, serta mengembangkan kreativitas dan kepercayaan diri. Tidak jarang, siswa SMP Negeri 160 berhasil meraih prestasi dalam lomba tingkat sekolah, kecamatan, hingga kota.


Suasana di SMP Negeri 160 dikenal hangat dan kekeluargaan. Hubungan antara siswa, guru, dan staf berjalan baik dan penuh rasa saling menghargai. Sekolah ini tidak hanya mendidik siswa agar cerdas secara akademis, tetapi juga membentuk mereka menjadi pribadi yang sopan, jujur, berkarakter, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.


Dengan lingkungan yang nyaman, fasilitas yang memadai, serta dukungan dari guru dan staf sekolah, SMP Negeri 160 menjadi tempat belajar yang ideal bagi para siswa untuk tumbuh, berkembang, dan mencapai cita-cita mereka. Sekolah ini terus berkomitmen memberikan pendidikan berkualitas untuk membentuk generasi muda yang unggul, berprestasi, dan berakhlak baik.

Kamis, 06 November 2025

BAB 8 (buku nonfiksi)

 Membangun Budaya Literasi dengan

Mencintai Buku Nonfiksi

Pengertian Buku Nonfiksi

Buku nonfiksi adalah buku yang berisi informasi atau fakta nyata yang benar-benar terjadi dan dapat dibuktikan kebenarannya. Isi buku nonfiksi biasanya bersumber dari pengalaman, penelitian, pengamatan, atau data yang dapat dipertanggungjawabkan. Tujuan buku nonfiksi adalah memberikan pengetahuan, wawasan, dan informasi kepada pembaca.

Buku nonfiksi bersumber dari fakta dan

data secara objektif.

Misalnya, buku pelajaran, ensiklopedia, esai, jurnal, buku dokumenter, biografi, atau laporan ilmiah (makalah, skripsi, tesis, dan disertasi).

UNSUR UNSUR BUKU FIKSI DAN NONFIKSI:

Unsur-Unsur Buku Fiksi:

1. Sampul buku

Menampilkan judul, nama penulis, ilustrasi, dan elemen menarik sesuai isi cerita.

2. Pokok bab buku

Berisi bagian-bagian inti cerita yang membentuk alur dari awal hingga akhir.

3. Judul bab (opsional)

Beberapa buku fiksi mencantumkan judul setiap bab, tetapi tidak wajib.

4. Tokoh dan penokohan

Karakter-karakter dalam cerita beserta sifat atau wataknya.

5. Tema cerita

Ide pokok atau gagasan utama cerita, misalnya persahabatan, perjuangan, atau keluarga.

6. Bahasa yang digunakan

Menggunakan bahasa imajinatif, ekspresif, dan sering memakai majas untuk memberi efek estetis.

7. Penyajian alur cerita

Urutan jalannya cerita (alur maju, mundur, atau campuran).

Unsur-Unsur Buku Nonfiksi:

1. Sampul buku

Memuat judul, nama penulis, dan sering menyertakan ilustrasi atau keterangan singkat isi buku.

2. Pokok bab buku

Menjelaskan bagian-bagian utama bahasan dalam buku.

3. Judul bab dan subbab

Digunakan untuk membagi isi menjadi bagian lebih terstruktur.

4. Isi buku

Berisi penjelasan faktual, informasi, data, atau pengetahuan yang dapat dibuktikan kebenarannya.

5. Cara menyajikan isi buku

Disusun secara jelas dan sistematis, menggunakan penjelasan, contoh, tabel, atau grafik jika diperlukan.

6. Bahasa yang digunakan

Menggunakan bahasa formal atau informatif yang jelas dan objektif.

7. Sistematika penulisan

Penulisan teratur, logis, dan mengikuti aturan penulisan ilmiah atau informatif.

Rangkuman (ringkasan) merupakan hasil

menyarikan semua gagasan pokok

(intisari) sebuah tulisan atau buku

menjadi bentuk yang ringkas dengan

tetap mempertahankan urutan isi dan

sudut pandang pengarang sesuai dengan

teks aslinya.

Langkah-Langkah Merangkum Buku Nonfiksi:

1. Membaca dan memahami informasi umum buku

Perhatikan identitas buku seperti judul, penulis, penerbit, dan tujuan penulisan buku.

2. Membaca dan memahami isi buku melalui daftar isi dan kata pengantar

Gunakan daftar isi dan kata pengantar untuk mengetahui gambaran umum isi buku.

3. Memperhatikan sistematika penulisan buku

Perhatikan bagaimana isi buku disusun, mulai dari bab, subbab, hingga urutan pembahasannya.

4. Mencatat gagasan utama dan data penting

Ambil poin-poin inti di setiap bab atau bagian, termasuk fakta, konsep, atau informasi penting lainnya.

5. Menyusun gagasan utama menjadi rangkuman

Gabungkan poin-poin penting menjadi paragraf ringkas yang menjelaskan inti buku secara jelas dan singkat.

Langkah-Langkah Merangkum Isi Buku dengan Peta Pikiran:

1. Tuliskan judul buku di tengah kertas dan beri ikon

(Agar menjadi pusat perhatian dan mudah dikenali)

2. Buat cabang utama sesuai topik pembahasan buku

Gunakan warna berbeda untuk setiap cabang agar lebih jelas dan menarik.

3. Tuliskan kata kunci pada setiap cabang utama

(Gunakan kata kunci singkat dan jelas sebagai inti informasi)

4. Kembangkan cabang utama menjadi subcabang

Tambahkan ide penting, penjelasan, atau contoh dari teks buku.

5. Berikan label pada setiap cabang dan subcabang dengan kata kunci

(Untuk mempermudah pemahaman isi)

6. Gunakan garis penghubung antar cabang dan subcabang

Agar alur, urutan, dan hubungan ide lebih mudah dipahami.

7. Tambahkan garis pengingat

Jika ada keterkaitan antara subcabang yang berbeda untuk menandai hubungan ide. 

Hubungan Unsur-Unsur dalam Buku Nonfiksi:

1. Judul Buku

Menjadi gambaran umum isi buku secara keseluruhan.

2. Bab I, Bab II, dan seterusnya

Setiap bab membahas bagian utama dari keseluruhan topik.

3. Subbab pada setiap bab

Menjelaskan bagian-bagian lebih spesifik dari isi bab.

4. Paragraf dalam setiap subbab

Paragraf 1

Pendahuluan atau pengantar isi paragraf.

Paragraf 2

Penyajian informasi utama atau penjelasan lebih dalam.

Paragraf 3 dan seterusnya

Detail pendukung, contoh, fakta, atau penutup pembahasan.

5. Hubungan hierarki isi:

Judul buku ⇢ menunjukkan topik umum

Bab ⇢ membagi isi menjadi bagian besar

Subbab ⇢ memecah bab menjadi bagian lebih terfokus

Paragraf ⇢ menyusun informasi secara runtut dan detail

Langkah-Langkah Menyusun Tanggapan Terhadap Buku:

1. Bacalah buku dengan saksama sampai tuntas

Pastikan memahami isi, tujuan, dan pesan utama buku.

2. Tandai bagian-bagian buku yang menarik untuk ditanggapi

Catat gagasan penting, pernyataan penulis, kelebihan, atau bagian yang kurang sesuai.

3. Identifikasi kelebihan dan kekurangan buku

Pertimbangkan aspek isi, bahasa, penyajian, data, dan kejelasan informasi.

4. Susunlah tanggapan secara objektif

Berikan pendapat dengan alasan yang logis, masuk akal, dan berdasarkan bukti dari isi buku.

5. Berikan contoh atau kutipan pendukung

Sertakan referensi dari bagian buku untuk memperkuat pendapatmu.

6. Sampaikan saran atau rekomendasi bila diperlukan

Ajukan masukan yang membangun untuk penulis atau pembaca lainnya.

7. Baca ulang tanggapan yang telah dibuat

Periksa kembali isi, susunan kalimat, dan tanda baca, lalu perbaiki jika ada kesalahan

BAB 7 (cerita inspiratif)

 Hikmah di Balik Cerita Inspiratif 

PengertianCerita inspiratif:

 Cerita inspiratif merupakan cerita atau kisah masa lalu yang dapat menginspirasi seseorang untuk meraih hasil yang sama, terutama yang berkaitan dengan keberhasilan dan kesuksesan tokoh-tokoh terdahulu. Cerita ini mampu memberikan motivasi, semangat, dan pelajaran hidup yang bermakna bagi pembacanya.


Struktur Teks Cerita Inspiratif

1. Abstrak (opsional)

Inti atau gambaran umum cerita secara singkat.

2. Orientasi

Pengenalan tema, latar, tokoh, dan awal situasi cerita.

3. Komplikasi

Munculnya konflik hingga mencapai klimaks (masalah utama muncul dan memuncak).

4. Evaluasi

Upaya atau proses pemecahan masalah mulai terlihat.

5. Resolusi

Penyelesaian masalah yang dialami tokoh secara tuntas.

6. Koda

Amanat atau pesan moral positif untuk pembaca.

Unsur Kebahasaan Teks Cerita Inspiratif

Menggunakan kata ganti orang (aku, saya, dia, mereka)

Menggunakan kata kerja aksi (berusaha, menolong, berlari, belajar)

Menggunakan kata kerja mental (merasa, menyadari, berharap, percaya)

Menggunakan kata sifat (baik, sabar, gigih, sedih, bahagia)

Menggunakan kata ekspresif (kagum, terharu, bangga)

Menggunakan majas (metafora, perumpamaan, repetisi)

Menggunakan kata/kalimat deskriptif (menggambarkan suasana, tokoh, peristiwa)

Memakai kalimat langsung dan tidak langsung

Menggunakan kata penghubung waktu (kemudian, akhirnya, setelah itu)

Menggunakan keterangan waktu & tempat (pada suatu hari, di sekolah, di rumah)

Menggunakan kalimat lampau (kejadian yang sudah terjadi)

Cara Menulis Cerita Inspiratif

1. Menentukan tema dan amanat yang ingin disampaikan

2. Membuat kerangka cerita (alur, tokoh, konflik, penyelesaian)

3. Membuat paragraf pembuka yang menarik

4. Menggunakan bahasa yang ringan, jelas, dan mengalir

5. Melibatkan emosi secukupnya agar cerita

lebih hidup

6. Menyusun alur dengan konflik dan resolusi inspiratif

7. Membuat ending yang berkesan dan memotivasi

8. Memilih judul menarik yang sesuai isi 📖



Catatan Penting:


Pekalah terhadap lingkungan!


Banyak hal di sekitar kita yang dapat menjadi inspirasi untuk sebuah cerita menarik dan bermakna. Dari kejadian sederhana sekalipun, kita bisa menemukan pelajaran berharga yang mampu menyentuh hati dan memotivasi pembaca untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

BAB 6 (teks diskusi)

 Membangun Sikap Kritis Melalui Teks Diskusi:

Pengertian Sikap Kritis Melalui Teks Diskusi:

Sikap kritis melalui teks diskusi adalah kemampuan untuk menyikapi suatu masalah secara logis, objektif, dan terbuka. Dalam teks diskusi, seseorang menganalisis berbagai argumen baik yang mendukung maupun yang menolak, sehingga dapat menghasilkan pendapat yang tepat, kuat, dan rasional.

Teks diskusi memiliki fungsi sosial sebagai sarana untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di masyarakat agar keputusan bisa diterima oleh pihak yang pro maupun kontra. Menyimpulkan isi teks diskusi juga menambah wawasan serta menumbuhkan sikap menghargai pendapat orang lain.

Simpulan teks diskusi yang baik perlu mempertimbangkan gagasan utama dan gagasan pendukung dari kedua belah pihak. Tujuannya agar simpulan menjadi solusi yang adil dan menjadi jalan keluar terbaik dari masalah yang dibahas.

Struktur Teks Diskusi: 

Pendahuluan(Isu):

Berisi topik atau masalah yang dibahas

Menjelaskan latar belakang persoalan  

Satu Sudut Pandang (Argumen Pro/Kontra):

Menyampaikan gagasan utama dari satu sudut pandang

Disertai alasan dan bukti pendukung

Simpulan:

Menyajikan pandangan lain sebagai perbandingan

Memaparkan solusi atau kemungkinan penyelesaian masalah

Menarik kesimpulan secara objektif

Ciri Kebahasaan Teks Diskusi:

Penggunaan kata bersifat persuasif (misal: sebaiknya, perlu, harus, penting)

Kesantunan berbahasa (kalimat sopan dan tidak menyerang)

Keterhubungan makna antar kalimat sehingga argumen logis

Konjungsi penghubung argumen (misal: namun, selain itu, meskipun)

Kata opini/pendapat (misal: menurut, saya berpikir, para ahli berpendapat)

Kalimat aktif untuk mempertegas argumen

Kalimat kompleks (lebih dari satu klausa)

Istilah teknis sesuai topik pembahasan

Data atau fakta sebagai pendukung pendapat 

Langkah-LangkahMenyusun Teks Diskusi:  

Memilih dan menentukan topik/isu yang akan ditulis

Menentukan tujuan penulisan teks diskusi

Mengumpulkan data dan informasi untuk argumen pro dan kontra


Menyusun kerangka tulisan (isu → pro → kontra → simpulan)


Mengembangkan kerangka menjadi teks lengkap


Menyajikan argumen pro dan kontra secara berimbang

Menyimpulkan hasil diskusi secara objektif serta memberi solusi atau rekomendasi

Tugas pjj

Materi pada link pertama berisi contoh atau penjelasan mengenai cara seorang MC menyampaikan susunan acara dengan menggunakan kalimat yang j...