Kamis, 30 Oktober 2025

Jawaban soal TKA

 1. Sebut dan jelaskan macam-macam unsur intrinsik dan ekstrinsik dalam karya sastra!

Unsur Intrinsik unsur yang membangun karya sastra dari dalam, artinya terdapat di dalam teks karya itu sendiri.

Macam-macamnya:

1. Tema gagasan pokok atau ide utama cerita.

Contoh: tema persahabatan, perjuangan, cinta tanah air.

2. Tokoh dan Penokohan - pelaku dalam cerita dan bagaimana sifatnya digambarkan.

Contoh: tokoh utama yang berani dan jujur.*

3. Alur (Plot) - rangkaian peristiwa dari awal sampai akhir

cerita.

Contoh: alur maju, mundur, campuran.*

4. Latar (Setting) - tempat, waktu, dan suasana terjadinya peristiwa.

Contoh: di Jakarta, tahun 1945, suasana perjuangan.*

5. Amanat pesan moral yang ingin disampaikan pengarang.

Contoh: pentingnya kejujuran dan kerja keras.*

6. Sudut Pandang (Point of View) - cara pengarang menyajikan cerita.

Contoh: orang pertama ("aku"), orang ketiga ("dia").*

7. Gaya Bahasa (Majas) - cara pengarang mengungkapkan sesuatu dengan keindahan bahasa.

8. Konflik - pertentangan yang terjadi dalam cerita, bisa batin maupun dengan orang lain.

Unsur Ekstrinsik unsur yang mempengaruhi karya sastra dari luar teks.

Macam-macamnya:

1. Latar belakang pengarang pendidikan, pengalaman, dan pandangan hidupnya.

2. Nilai-nilai kehidupan nilai moral, sosial, budaya, agama, dan politik.

3. Situasi sosial dan sejarah - kondisi masyarakat atau zaman ketika karya itu ditulis.

4. Lingkungan dan budaya adat, kebiasaan, serta norma yang memengaruhi karya.

2. Sebut dan jelaskan istilah-istilah yang terdapat pada:

A. Cerpen (Cerita Pendek)

Tokoh pelaku dalam cerita.

Penokohan penggambaran sifat tokoh.

Alur jalan cerita dari awal hingga akhir.

Latar tempat, waktu, suasana.

Sudut Pandang cara pengarang menyampaikan cerita.

Amanat pesan moral.

Konflik masalah atau pertentangan dalam cerita.

      B. Drama

Naskah teks yang memuat dialog dan petunjuk akting.

Dialog percakapan antar tokoh.

Prolog pengantar sebelum cerita dimulai.

Epilog penutup cerita.

Babak bagian besar dari sebuah drama.

Adegan bagian kecil dari babak.

Pemain (Tokoh) orang yang memerankan karakter.

Setting panggung tempat dan perlengkapan pertunjukan.


      C. Puisi

Diksi pemilihan kata dalam puisi.

Rima persamaan bunyi di akhir baris.

Irama tinggi rendah, panjang pendek, keras lembutnya bunyi.

Majas gaya bahasa kiasan.

Tipografi bentuk tata letak baris dalam puisi.

Kata konkret kata yang menimbulkan imaji atau gambaran nyata.

Citraan (imaji) kesan yang ditimbulkan oleh kata (penglihatan, pendengaran, perasaan).

Makna/amanat pesan yang disampaikan penyair.


3. Jelaskan persamaan dan perbedaan pantun dengan syair!

Aspek Pantun Syair

Asal Melayu Arab (masuk ke Melayu) Jumlah baris tiap bait 4 baris 4 baris

Rima a-b-a-b a-a-a-a Isi baris Baris 1-2 sampiran, 3-4 isi Semua baris berisi isi Makna Biasanya berisi nasihat, jenaka, atau cinta Biasanya berisi nasihat, agama, atau kisah

Persamaan Sama-sama puisi lama, bersajak, dan berirama indah


4. Sebutkan majas-majas dalam bahasa Indonesia dengan pengertian dan contoh dalam kalimat!

1. Majas Perbandingan

Majas Simile perbandingan langsung memakai kata seperti, bagaikan, laksana.

Contoh: Wajahnya seindah bulan purnama.

Majas Metafora perbandingan tanpa kata penghubung.

Contoh: la adalah bunga desa.

Majas Personifikasi benda mati seolah-olah hidup.

Contoh: Angin berbisik lembut di telingaku.

Majas Alegori perbandingan berkesinambungan, biasanya berupa cerita.

Contoh: Hidup adalah perjalanan panjang menuju cahaya.

2. Majas Pertentangan

Majas Hiperbola

melebih-lebihkan.

Contoh: Suaranya menggetarkan seluruh bumi.*

Majas Litotes merendahkan diri.

Contoh: Silakan mampir ke gubuk sederhana saya.

Majas Ironi sindiran halus.

Contoh: Rajin sekali kamu datang, jam sepuluh baru muncul!

3. Majas Penegasan

Majas Repetisi pengulangan kata.

Contoh: Aku rindu, aku rindu, aku rindu dia.

Majas Paralelisme pengulangan struktur kalimat.

Contoh: Aku mencintai pagi, aku mencintai malam.

Majas Klimaks dari yang rendah ke tinggi. Contoh: Dari anak kecil, remaja, hingga orang tua ikut lomba.

4. Majas Sindiran

Majas Sarkasme sindiran kasar.

Contoh: Dasar pemalas, kerja sedikit saja sudah mengeluh!

Majas Sinisme sindiran langsung tapi tidak terlalu kasar.

Contoh: Kamu pintar, tapi sayang malas belajar

Kamis, 16 Oktober 2025

Teks Tanggapan

https://youtu.be/rTcRBhoC7ag?si=Oeh_xbvdcyKfz1do

Tanggapan saya pada vidio tersebut
(Pentingnya menjaga kebersihan dilingkungan sekolah) 

Positif
-Pidato di sampaikan dengan urutan yang baik, dimulai dari pembukaan, penyampaian, argumen, manfaat, hingga penutup yang sopan. 

- Pembicara umumnya berbicara dengan artikulasi yang cukup jelas. Kecepatan bicara terasa stabil dan tidak terburu-buru, memungkinkan audiens untuk mencerna pesan.

Negatif
-penggunaan kata kata ajakan masih lemah sehingga pendengar tidak terlalu termotivasi untuk menetapkan kebersihan di lingkungan sekolah

- Pidato persuasif tentang pentingnya menjaga kebersihan di sekolah masih kurang efektif karena penyampaiannya kurang meyakinkan.

Senin, 13 Oktober 2025

Merangkum buku tka



MERANGKUM HAL HAL PENTING DARI BUKU TKA

A. Teks Laporan Hasil Observasi


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), observasi adalah peninjauan sec cermat Peninjauan tersebut dapat berupa pengamatan terhadap obiek fenomena atau kegiatan tujuan untuk memahami atau memperoleh informasi Suharsimi Arikunto (2013) menyatakan b teinik observasi merupakan kegiatan pengamatan yang melibatkan pemusatan perhatian tele suatu objek dengan menggunakan seluruh alat indra, seperti penglihatan, penciuman, pendenga peraba, dan pengecap. Sementara itu, Sugiyono (2022) mengemukakan bahwa observasi ada teknik pengumpulan data dengan mengamati objek yang diteliti secara langsung yang mencaku langsung terhadap kegiatan serta keadaan




objek penelitian Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa teks laporan hasil observasi merupakan tulisan ya memaparkan hasil pengamatan, berisi informasi berupa fakta yang diperoleh melalui pengaman serta disajikan secara objektif tanpa memuat opini penulis.




1. Ciri-Ciri Teks Laporan Hasil Observasi


Ciri-ciri teks laporan hasil observasi adalah sebagai berikut.


a. Bersifat objektif dan universal: Objektif artinya teks laporan hasil observasi harus disajikan sesuai dengan keadaan objek yang sebenarnya, tanpa dipengaruhi pandangan atau pendapat pribadi penulis. Sementara itu, universal artinya teks laporan hasil observasi tidak memihak kepada pihak tertentu, bersifat umum atau general, dapat dipahami oleh




b. Objek observasi tunggal Objek yang diamati merupakan satu objek tunggal, meskipun hasil pelaporannya dapat disusun secara umum atau bersifat universal.




c. Bersifat faktual Teks laporan hasil observasi ditulis berdasarkan fakta yang diperoleh selama proses pengamatan di lapangan. Data yang disampaikan harus akurat dan dimanipulasi




d. Berkesinambungan. Setiap bagian dalam laporan harus saling berkaitan dan mendukung keseluruhan isi teks secara runtut dan logis




e. Ditulis secara lengkap, detail, dan menyelunh Teks laporan hasil observasi disusun secan lengkap dan detail sesuai dengan struktur dan kaidah kebahasaan teks laporan hasil observasi. 




f. Terkini atau relevan Isi teks laporan hasil observasi ditulis berdasarkan penelitian yang mengangkat isu atau kasus terkini, terbaru atau masih relevan dengan kondisi saat ini semua orang, dan tidak merugikan orang lain.




g. Bukan opini pribadi Laporan observasi disusun berdasarkan hasil pengamatan nyata bukan berdasarkan opini atau pendapat pribadi penulis sehingga objek yang diobservasi atau diamati harus jelas, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan. 




2. Fungsi Teks Laporan Hasil Observasi


Teks laporan hasil observasi memiliki beberapa fungsi penting, antara lain sebagai  berikut pengamatan. 


A. Sebagai dokumentasi hasil kegiatan


B. Sebagai laporan kegiatan pengamatan


C. Untuk mengetahui perkembangan suatu peristiwa


d. Sebagai upaya dalam menyelesaikan suatu persoalan yang sedang terjadi


e. Sebagai alat kontrol dan evaluasi terhadap suatu fenomena


F. Sebagai dasar pengambilan keputusan yang efektif dan tepat sasaran.


g. Sebagai sumber ilmu pengetahuan dan bahan untuk penelitian selanjutnya


h. Sebagai dasar penyusunan kebijakan, pengambilan keputusan, dan pemecahan masalah




3. Struktur Teks Laporan Hasil Observasi Teks laporan hasil observasi umumnya. disusun dengan struktur berikut.


a. Pernyataan umum atau klasifikasi: Pernyataan umum merupakan bagian pembuka yang berisi informasi umum mengenai hal yang akan disampaikan Bagian ini menguraikan objek yang akan dikaji serta menjelaskan secara garis besar tentang objek tersebut, termasuk klasifikasi dan informasi pendukung lain yang relevan.




b. Deskripsi bagian. Deskripsi bagian berisi penjelasan tentang hal-hal yang lebih. khusus atau spesifik mengenai objek yang diamati. Penjelasan dapat mencakup ciri-ciri, karakteristik, struktur, atau bagian-bagian objek secara terperinci




C Deskripsi manfaat Bagian ini menguraikan fungsi dan manfaat dari setiap objek yang diamati dalam kehidupan sehari-hari




d. Kesimpulan: Bagian kesimpulan berisi ringkasan hasil observasi yang mencakup temuan penting dan kesimpulan yang dapat dirumuskan dari hasil pengamatan




4.Ciri Kebahasaan Teks  Laporan Hasil Observasi


a. Menggunakan tata bahasa baku karena bersifat ilmiah dan informasi


b. Menggunakan kata benda atau peristiwa umum sebagai objek utama pemaparan.


c. Menggunakan frasa nomina yang diikuti oleh penjenis dan pendeskripsi.


d. Menggunakan verba relasional, seperti ialah, merupakan, adalah, yaitu, digolongkan, termasuk, meliputi, terdiri atas, disebut, dan sebagainya (digunakan untuk menyatakan definisi suatu istilah teknis atau istilah yang digunakan secara khusus pada bidang tertentu).


e. Menggunakan verba aktif alam untuk menjelaskan perilaku, seperti bertelur, membuat, hidup, makan, tidur, dan sebagainya.


f. Menggunakan kata penghubung untuk menunjukkan hubungan antarkalimat atau antarparagraf, seperti tambahan (dan, serta). perbedaan (berbeda dengan), persamaan (sebagaimana, seperti halnya, demikian halnya, hal demikian, sebagai, hal yang sama). pertentangan (sedangkan, tetapi, namun, melainkan, sementara itu, padahal), serta pilihan (atau).


g. Menggunakan kalimat simpleks dan kompleks sesuai kebutuhan informasi.


h. Menggunakan kalimat definisi dan deskripsi untuk menjelaskan objek secara jelas dan mendalam.


I. Menggunakan istilah keilmuan atau kata-kata teknis yang sesuai dengan bidang pengamatan.


j. Menggunakan kata sifat untuk memperjelas, mengubah, atau memperkuat makna kata benda yang diikutinya agar menjadi lebih spesifik.


5. Langkah-Langkah Menulis Teks Laporan Hasil Observasi


Langkah-langkah menulis teks laporan hasil observasi adalah sebagai berikut


a. Tentukan tema atau isu yang akan diobservasi dan dijadikan topik penulisan.




b. Rumuskan tujuan observasi secara jelas.




c. Lakukan proses observasi dengan teliti dan hati-hati agar data yang diperoleh akurat.




d. Catat data penting dari objek selama proses observasi.




e. Tentukan kriteria atau aspek yang akan dijelaskan dalam laporan.




f. Batasi hal-hal yang harus dilaporkan agar tidak menyimpang dari tujuan yang telah ditentukan sejak awal.




g. Deskripsikan unsur-unsur sesuai dengan aspek yang diamati, dimulai dari pernyataan umum yang mendefinisikan objek.




h. Lengkapi teks laporan hasil observasi dengan data atau gambar yang dapat menunjukkan objek secara faktual.




i. Susun kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan dan temuan selama proses observasi






B. ๐’๐ฎ๐ซ๐š๐ญ ๐๐ซ๐ข๐›๐š๐๐ข ๐๐š๐ง ๐’๐ฎ๐ซ๐š๐ญ ๐‘๐ž๐ฌ๐ฆ๐ข.


๐’๐ฎ๐ซ๐š๐ญ ๐ฆ๐ž๐ซ๐ฎ๐ฉ๐š๐ค๐š๐ง ๐ฆ๐ž๐๐ข๐š ๐ค๐จ๐ฆ๐ฎ๐ง๐ข๐ค๐š๐ฌ๐ข ๐ญ๐ž๐ซ๐ญ๐ฎ๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ง๐ญ๐ฎ๐ค ๐ฆ๐ž๐ง๐ฒ๐š๐ฆ๐ฉ๐š๐ข๐ค๐š๐ง ๐ฉ๐ž๐ฌ๐š๐ง ๐š๐ญ๐š๐ฎ ๐ข๐ง๐Ÿ๐จ๐ซ๐ฆ๐š๐ฌ๐ข ๐๐š๐ง ๐ฉ๐ข๐ก๐š๐ค ๐ค๐ž ๐ฉ๐ข๐ก๐š๐ค ๐ฒ๐š๐ง๐  ๐ฅ๐š๐ข๐ง ๐ƒ๐š๐ฅ๐š๐ฆ ๐ค๐ž๐ก๐ข๐๐ฎ๐ฉ๐š๐ง ๐ฌ๐ž๐ก๐š๐ซ๐ข-๐ก๐š๐ซ๐ข. ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐š๐ญ ๐ฆ๐ž๐ง๐ฃ๐š๐๐ข ๐ฌ๐š๐ฅ๐š๐ก ๐ฌ๐š๐ญ๐ฎ ๐ฆ๐ž๐๐ข๐š ๐ฒ๐š๐ง๐  ๐ž๐ฅ๐ฌ ๐ฎ๐ง๐ญ๐ฎ๐ค ๐ฆ๐ž๐ง๐ฒ๐š๐ฆ๐ฉ๐š๐ข๐ค๐š๐ง ๐ฉ๐ž๐ฌ๐š๐ง ๐š๐ญ๐š๐ฎ ๐ฉ๐ž๐ซ๐š๐ฌ๐š๐š๐ง. ๐’๐ฎ๐ซ๐š๐ญ ๐ฃ๐ฎ๐ ๐š ๐›๐ž๐ซ๐Ÿ๐ฎ๐ง๐ ๐ฌ๐ข ๐ฌ๐ž๐›๐š๐ ๐š๐ข ๐ฌ๐š๐ซ๐š๐ง๐š ๐ฉ๐ž๐ฆ๐›๐ž๐ซ๐ข๐ญ๐š๐ก๐ฎ๐š๐ง ๐ฉ๐ž๐ซ๐ฆ๐จ๐ก๐จ๐ง๐š๐ง, ๐š๐ญ๐š๐ฎ ๐ฉ๐ž๐ง๐ฒ๐š๐ฆ๐ฉ๐š๐ข๐š๐ง ๐ข๐ง๐Ÿ๐จ๐ซ๐ฆ๐š๐ฌ๐ข, ๐ฌ๐ž๐ซ๐ญ๐š ๐ฌ๐ž๐›๐š๐ ๐š๐ข ๐š๐ฅ๐š๐ญ ๐›๐ฎ๐ค๐ญ๐ข ๐ญ๐ž๐ซ๐ญ๐ฎ๐ฅ๐ข๐ฌ ๐š๐ฅ๐š๐ญ ๐ฉ๐ž๐ง๐ ๐ข๐ง๐ ๐š๐ญ ๐ก๐ข๐ฌ๐ญ๐จ๐ซ๐ข๐ฌ, ๐๐š๐ง ๐ฉ๐ž๐๐จ๐ฆ๐š๐ง ๐ค๐ž๐ซ๐ฃ๐š, ๐›๐š๐ข๐ค ๐๐š๐ฅ๐š๐ฆ ๐ค๐จ๐ง๐ญ๐ž๐ค๐ฌ ๐ซ๐ž๐ฌ๐ฆ๐ข ๐ฆ๐š๐ฎ๐ฉ๐ฎ๐ง ๐ญ๐ข๐๐š๐ค ๐ซ๐ž๐ฌ๐ฆ๐ข ๐š๐ญ๐š๐ฎ ๐ฉ๐ซ๐ข๐›๐š๐๐ข




๐Ÿ. ๐’๐ฎ๐ซ๐š๐ญ ๐๐ซ๐ข๐›๐š๐๐ข


๐’๐ฎ๐ซ๐š๐ญ ๐ฉ๐ซ๐ข๐›๐š๐๐ข ๐š๐๐š๐ฅ๐š๐ก ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐š๐ญ ๐ฒ๐š๐ง๐  ๐๐ข๐›๐ฎ๐š๐ญ ๐จ๐ฅ๐ž๐ก ๐ฌ๐ž๐ฌ๐ž๐จ๐ซ๐š๐ง๐  ๐๐š๐ง ๐๐ข๐ญ๐ฎ๐ฃ๐ฎ๐ค๐š๐ง ๐ค๐ž๐ฉ๐š๐๐š ๐จ๐ซ๐š๐ง๐  ๐ฅ๐š๐ข๐ง, ๐ฅ๐ž๐ฆ๐›๐š๐ ๐š, ๐š๐ญ๐š๐ฎ ๐ข๐ง๐ฌ๐ญ๐š๐ง๐ฌ๐ข ๐๐š๐ง ๐๐ข๐ ๐ฎ๐ง๐š๐ค๐š๐ง ๐ฎ๐ง๐ญ๐ฎ๐ค ๐›๐ž๐ซ๐ค๐จ๐ฆ๐ฎ๐ง๐ข๐ค๐š๐ฌ๐ข ๐ฌ๐ž๐œ๐š๐ซ๐š ๐ฉ๐ซ๐ข๐›๐š๐๐ข. ๐ˆ๐ฌ๐ข ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐š๐ญ ๐ฉ๐ซ๐ข๐›๐š๐๐ข ๐›๐ข๐š๐ฌ๐š๐ง๐ฒ๐š ๐ฆ๐ž๐ง๐ฒ๐š๐ง๐ ๐ค๐ฎ๐ญ ๐ค๐ž๐ฉ๐ž๐ง๐ญ๐ข๐ง๐ ๐š๐ง ๐ฉ๐ซ๐ข๐›๐š๐๐ข. ๐๐š๐ก๐š๐ฌ๐š ๐ฒ๐š๐ง๐  ๐๐ข๐ ๐ฎ๐ง๐š๐ค๐š๐ง ๐›๐ž๐ซ๐ฌ๐ข๐Ÿ๐š๐ญ ๐ญ๐ข๐๐š๐ค ๐ซ๐ž๐ฌ๐ฆ๐ข, ๐ญ๐ž๐ญ๐š๐ฉ๐ข ๐ญ๐ž๐ญ๐š๐ฉ ๐ฆ๐ž๐ฆ๐ฉ๐ž๐ซ๐ก๐š๐ญ๐ข๐ค๐š๐ง ๐ฌ๐จ๐ฉ๐š๐ง ๐ฌ๐š๐ง๐ญ๐ฎ๐ง. ๐“๐ฎ๐ฃ๐ฎ๐š๐ง ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐š๐ญ ๐ฉ๐ซ๐ข๐›๐š๐๐ข ๐š๐๐š๐ฅ๐š๐ก ๐ฎ๐ง๐ญ๐ฎ๐ค ๐ฆ๐ž๐ง๐ ๐ฎ๐ง๐ ๐ค๐š๐ฉ๐ค๐š๐ง ๐ฉ๐ž๐ซ๐š๐ฌ๐š๐š๐ง, ๐ž๐ฆ๐จ๐ฌ๐ข, ๐ข๐๐ž, ๐ ๐š๐ ๐š๐ฌ๐š๐ง, ๐š๐ญ๐š๐ฎ ๐ฉ๐ž๐ฆ๐ข๐ค๐ข๐ซ๐š๐ง ๐ค๐ž๐ฉ๐š๐๐š ๐จ๐ซ๐š๐ง๐  ๐ฅ๐š๐ข๐ง.




๐š. ๐‚๐ข๐ซ๐ข-๐œ๐ข๐ซ๐ข ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐š๐ญ ๐ฉ๐ซ๐ข๐›๐š๐๐ข ๐š๐๐š๐ฅ๐š๐ก ๐ฌ๐ž๐›๐š๐ ๐š๐ข ๐›๐ž๐ซ๐ข๐ค๐ฎ๐ญ


 ๐Ÿ) ๐Œ๐ž๐ง๐ ๐ ๐ฎ๐ง๐š๐ค๐š๐ง ๐›๐š๐ก๐š๐ฌ๐š ๐ฒ๐š๐ง๐  ๐›๐ž๐ซ๐ฌ๐ข๐Ÿ๐š๐ญ ๐ญ๐ข๐๐š๐ค ๐ซ๐ž๐ฌ๐ฆ๐ข, ๐ญ๐ž๐ญ๐š๐ฉ๐ข ๐ญ๐ž๐ญ๐š๐ฉ ๐ฌ๐จ๐ฉ๐š๐ง.


๐Ÿ) ๐Œ๐ž๐ง๐ ๐ ๐ฎ๐ง๐š๐ค๐š๐ง ๐ค๐š๐ญ๐š ๐ ๐š๐ง๐ญ๐ข ๐จ๐ซ๐š๐ง๐  ๐ฉ๐ž๐ซ๐ญ๐š๐ฆ๐š ๐š๐ญ๐š๐ฎ ๐จ๐ซ๐š๐ง๐  ๐ค๐ž๐ญ๐ข๐ ๐š


๐Ÿ‘) ๐“๐ข๐๐š๐ค ๐ฆ๐ž๐ง๐œ๐š๐ง๐ญ๐ฎ๐ฆ๐ค๐š๐ง ๐ค๐จ๐ฉ ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐š๐ญ ๐๐š๐ง ๐ง๐จ๐ฆ๐จ๐ซ ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐š๐ญ.


๐Ÿ’) ๐…๐จ๐ซ๐ฆ๐š๐ญ ๐ฉ๐ž๐ง๐ฎ๐ฅ๐ข๐ฌ๐š๐ง ๐›๐ž๐›๐š๐ฌ, ๐ญ๐ข๐๐š๐ค ๐ฆ๐ž๐ง๐ ๐ข๐ค๐ฎ๐ญ๐ข ๐ฌ๐ญ๐ซ๐ฎ๐ค๐ญ๐ฎ๐ซ ๐›๐š๐ค๐ฎ ๐ฌ๐ž๐›๐š๐ ๐š๐ข๐ฆ๐š๐ง๐š ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐š๐ญ ๐ซ๐ž๐ฌ๐ฆ๐ข.


๐Ÿ“) ๐“๐ข๐๐š๐ค ๐š๐๐š ๐ค๐ž๐ญ๐ž๐ง๐ญ๐ฎ๐š๐ง ๐ค๐ก๐ฎ๐ฌ๐ฎ๐ฌ ๐ฆ๐ž๐ง๐ ๐ž๐ง๐š๐ข ๐ฃ๐ž๐ง๐ข๐ฌ ๐๐š๐ง ๐ฎ๐ค๐ฎ๐ซ๐š๐ง ๐ค๐ž๐ซ๐ญ๐š๐ฌ ๐ฆ๐š๐ฎ๐ฉ๐ฎ๐ง ๐ฌ๐š๐ฆ๐ฉ๐ฎ๐ฅ ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐š๐ญ.


๐Ÿ”) ๐Œ๐ž๐ง๐ ๐ ๐ฎ๐ง๐š๐ค๐š๐ง ๐ฌ๐š๐ฅ๐š๐ฆ ๐ฉ๐ž๐ฆ๐›๐ฎ๐ค๐š ๐๐š๐ง ๐ฉ๐ž๐ง๐ฎ๐ญ๐ฎ๐ฉ ๐ฒ๐š๐ง๐  ๐ฌ๐š๐ง๐ญ๐š๐ข, ๐ฌ๐ž๐ฌ๐ฎ๐š๐ข ๐ก๐ฎ๐›๐ฎ๐ง๐ ๐š๐ง ๐š๐ง๐ญ๐š๐ซ๐š ๐ฉ๐ž๐ง๐ฎ๐ฅ๐ข๐ฌ ๐๐š๐ง ๐ฉ๐ž๐ง๐ž๐ซ๐ข๐ฆ๐š ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐š๐ญ.


๐Ÿ•) ๐ˆ๐ฌ๐ข ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐š๐ญ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ง๐ฒ๐š ๐ฆ๐ž๐ฆ๐›๐š๐ก๐š๐ฌ ๐ฆ๐š๐ฌ๐š๐ฅ๐š๐ก ๐ฉ๐ซ๐ข๐›๐š๐๐ข.




๐”๐ง๐ฌ๐ฎ๐ซ-๐ฎ๐ง๐ฌ๐ฎ๐ซ ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐š๐ญ ๐ฉ๐ซ๐ข๐›๐š๐๐ข ๐š๐๐š๐ฅ๐š๐ก ๐ฌ๐ž๐›๐š๐ ๐š๐ข ๐›๐ž๐ซ๐ข๐ค๐ฎ๐ญ


๐Ÿ) ๐“๐ž๐ฆ๐ฉ๐š๐ญ ๐๐š๐ง ๐ญ๐š๐ง๐ ๐ ๐š๐ฅ ๐ฉ๐ž๐ง๐ฎ๐ฅ๐ข๐ฌ๐š๐ง ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐š๐ญ (๐๐š๐ฉ๐š๐ญ ๐๐ข๐ญ๐ฎ๐ฅ๐ข๐ฌ๐ค๐š๐ง ๐๐ข ๐›๐š๐ ๐ข๐š๐ง ๐š๐ญ๐š๐ฌ ๐š๐ญ๐š๐ฎ ๐๐ข ๐›๐š๐ฐ๐š๐ก ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐š๐ญ ๐ฌ๐ž๐›๐ž๐ฅ๐ฎ๐ฆ ๐ฌ๐š๐ฅ๐š๐ฆ ๐ฉ๐ž๐ง๐ฎ๐ญ๐ฎ๐ฉ, ๐ฌ๐ž๐ซ๐ญ๐š ๐ญ๐š๐ง๐๐š ๐ญ๐š๐ง๐ ๐š๐ง ๐๐š๐ง ๐ง๐š๐ฆ๐š ๐ฉ๐ž๐ฆ๐›๐ฎ๐š๐ญ ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐š๐ญ)


๐Ÿ) ๐€๐ฅ๐š๐ฆ๐š๐ญ ๐ญ๐ฎ๐ฃ๐ฎ๐š๐ง ๐š๐ญ๐š๐ฎ ๐ฉ๐ž๐ง๐ž๐ซ๐ข๐ฆ๐š ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐š๐ญ.


๐Ÿ‘) ๐’๐š๐ฅ๐š๐ฆ ๐ฉ๐ž๐ฆ๐›๐ฎ๐ค๐š.


๐Ÿ’) ๐๐š๐ซ๐š๐ ๐ซ๐š๐Ÿ ๐ฉ๐ž๐ฆ๐›๐ฎ๐ค๐š.


๐Ÿ“) ๐ˆ๐ฌ๐ข ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐š๐ญ.


๐Ÿ”) ๐๐š๐ซ๐š๐ ๐ซ๐š๐Ÿ ๐ฉ๐ž๐ง๐ฎ๐ญ๐ฎ๐ฉ.


๐Ÿ•) ๐’๐š๐ฅ๐š๐ฆ ๐ฉ๐ž๐ง๐ฎ๐ญ๐ฎ๐ฉ


๐Ÿ–) ๐๐š๐ฆ๐š ๐๐š๐ง ๐ญ๐š๐ง๐๐š ๐ญ๐š๐ง๐ ๐š๐ง ๐ฉ๐ž๐ง๐ฎ๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐š๐ญ




๐Ÿ. ๐’๐ฎ๐ซ๐š๐ญ ๐‘๐ž๐ฌ๐ฆ๐ข


๐Œ๐ž๐ง๐ฎ๐ซ๐ฎ๐ญ ๐Š๐š๐ฆ๐ฎ๐ฌ ๐๐ž๐ฌ๐š๐ซ ๐๐š๐ก๐š๐ฌ๐š ๐ˆ๐ง๐๐จ๐ง๐ž๐ฌ๐ข๐š, ๐ญ๐ฎ ๐ซ๐ž๐ฌ๐ฆ๐ข ๐š๐๐š๐ฅ๐š๐ก ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐š๐ญ ๐ฒ๐š๐ง๐  ๐๐ข๐ ๐ฎ๐ง๐š๐ค๐š๐ง ๐ฎ๐ง๐ญ๐ฎ๐ค ๐ค๐ž๐ฉ๐ž๐ง๐ญ๐ข๐ง๐ ๐š๐ง ๐ซ๐ž๐ฌ๐ฆ๐ข ๐š๐ญ๐š๐ฎ ๐Ÿ๐จ๐ซ๐ฆ๐š๐ฅ, ๐›๐š๐ข๐ค ๐จ๐ฅ๐ž๐ก ๐ฉ๐ž๐ซ๐ฌ๐ž๐จ๐ซ๐š๐ง๐ ๐š๐ง, ๐ฅ๐ž๐ฆ๐›๐š๐ ๐š ๐ข๐ง๐ฌ๐ญ๐š๐ง๐ฌ๐ข, ๐ฆ๐š๐ฎ๐ฉ๐ฎ๐ง ๐จ๐ซ๐ ๐š๐ง๐ข๐ฌ๐š๐ฌ๐ข. ๐’๐ฎ๐ซ๐š๐ญ ๐ซ๐ž๐ฌ๐ฆ๐ข ๐›๐ž๐ซ๐ญ๐ฎ๐ฃ๐ฎ๐š๐ง ๐ฎ๐ง๐ญ๐ฎ๐ค ๐ฆ๐ž๐ง๐ฒ๐š๐ฆ๐ฉ๐š๐ข๐ค๐š๐ง ๐ข๐ง๐Ÿ๐จ๐ซ๐ฆ๐š๐ฌ๐ข ๐ฉ๐ž๐ง๐ญ๐ข๐ง๐ , ๐ฉ๐ž๐ซ๐ข๐ณ๐ข๐ง๐š๐ง, ๐ฉ๐ž๐ง๐ฎ๐ ๐š๐ฌ๐š๐ง, ๐ฉ๐ž๐ฆ๐›๐ž๐ซ๐ข๐ญ๐š๐ก๐ฎ๐š๐ง ๐š๐ญ๐š๐ฎ ๐ฉ๐ž๐ง๐ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐š๐ง ๐ฌ๐ž๐œ๐š๐ซ๐š ๐ซ๐ž๐ฌ๐ฆ๐ข ๐ค๐ž๐ฉ๐š๐๐š ๐ฉ๐ข๐ก๐š๐ค-๐ฉ๐ข๐ก๐š๐ค ๐ญ๐ž๐ซ๐ค๐š๐ข๐ญ. ๐’๐ž๐ฅ๐š๐ข๐ง ๐ข๐ญ๐ฎ ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐š๐ญ ๐ซ๐ž๐ฌ๐ฆ๐ข ๐ฃ๐ฎ๐ ๐š ๐๐š๐ฉ๐š๐ญ ๐๐ข๐ ๐ฎ๐ง๐š๐ค๐š๐ง ๐ฌ๐ž๐›๐š๐ ๐š๐ข ๐›๐ฎ๐ค ๐ญ๐ž๐ซ๐ญ๐ฎ๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฒ๐š๐ง๐  ๐ฆ๐ž๐ฆ๐ข๐ฅ๐ข๐ค๐ข ๐ค๐ž๐ค๐ฎ๐š๐ญ๐š๐ง ๐ก๐ฎ๐ค๐ฎ๐ฆ ๐š๐ฉ๐š๐›๐ข๐ฅ๐š ๐๐ข๐ฉ๐ž๐ซ๐ฅ๐ฎ๐ค๐š๐ง ๐๐ข ๐ค๐ž๐ฆ๐ฎ๐๐ข๐š๐ง ๐ก๐š๐ซ๐ข.




๐š. ๐‚๐ข๐ซ๐ข-๐œ๐ข๐ซ๐ข ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐š๐ญ ๐ซ๐ž๐ฌ๐ฆ๐ข ๐š๐๐š๐ฅ๐š๐ก ๐ฌ๐ž๐›๐š๐ ๐š๐ข ๐›๐ž๐ซ๐ข๐ค๐ฎ๐ญ


๐Ÿ) ๐ƒ๐ข๐ ๐ฎ๐ง๐š๐ค๐š๐ง ๐ฎ๐ง๐ญ๐ฎ๐ค ๐ค๐ž๐ฉ๐ž๐ง๐ญ๐ข๐ง๐ ๐š๐ง ๐ซ๐ž๐ฌ๐ฆ๐ข.


๐Ÿ) ๐ƒ๐ข๐ค๐ž๐ฅ๐ฎ๐š๐ซ๐ค๐š๐ง ๐จ๐ฅ๐ž๐ก ๐ฉ๐ข๐ก๐š๐ค ๐ซ๐ž๐ฌ๐ฆ๐ข.


๐Ÿ‘) ๐ƒ๐ข๐ญ๐ฎ๐ฅ๐ข๐ฌ ๐๐ž๐ง๐ ๐š๐ง ๐ค๐š๐ข๐๐š๐ก ๐›๐š๐ก๐š๐ฌ๐š ๐ˆ๐ง๐๐จ๐ง๐ž๐ฌ๐ข๐š ๐ฒ๐š๐ง๐  ๐›๐š๐ข๐ค ๐๐š๐ง ๐›๐ž๐ง๐š๐ซ.


๐Ÿ’) ๐Œ๐ž๐ง๐ ๐ ๐ฎ๐ง๐š๐ค๐š๐ง ๐›๐š๐ก๐š๐ฌ๐š ๐ฒ๐š๐ง๐  ๐›๐ž๐ซ๐ฌ๐ข๐Ÿ๐š๐ญ ๐Ÿ๐จ๐ซ๐ฆ๐š๐ฅ ๐š๐ญ๐š๐ฎ ๐ซ๐ž๐ฌ๐ฆ๐ข.


๐Ÿ“) ๐Œ๐ž๐ง๐ ๐ ๐ฎ๐ง๐š๐ค๐š๐ง ๐ฉ๐ž๐ซ๐ง๐ฒ๐š๐ญ๐š๐š๐ง-๐ฉ๐ž๐ซ๐ง๐ฒ๐š๐ญ๐š๐š๐ง ๐ฒ๐š๐ง๐  ๐ฌ๐ข๐ง๐ ๐ค๐š๐ญ, ๐ž๐Ÿ๐ž๐ค๐ญ๐ข๐Ÿ, ๐ฉ๐š๐๐š๐ญ, ๐๐š๐ง ๐ž๐ค๐ฌ๐ฉ๐ฅ๐ข๐ฌ๐ญ


๐Ÿ”) ๐Œ๐ž๐ฆ๐ข๐ฅ๐ข๐ค๐ข ๐ฌ๐ญ๐ซ๐ฎ๐ค๐ญ๐ฎ๐ซ ๐ฒ๐š๐ง๐  ๐›๐š๐ค๐ฎ ๐๐š๐ง ๐ฌ๐ข๐ฌ๐ญ๐ž๐ฆ๐š๐ญ๐ฌ


๐Ÿ•) ๐Œ๐ž๐ฆ๐ฎ๐š๐ญ ๐ค๐ž๐ฉ๐š๐ฅ๐š ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐š๐ญ ๐š๐ญ๐š๐ฎ ๐ค๐จ๐ฉ ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐š๐ฅ ๐ง๐จ๐ฆ๐จ๐ซ ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐š๐ญ, ๐ก๐š๐ฅ, ๐๐š๐ง ๐ฅ๐š๐ฆ๐ฉ๐ข๐ซ๐š๐ง ๐ฃ๐ข๐ค๐š ๐š๐ญ๐š๐ญ ๐ง๐š๐ฆ๐š ๐ฅ๐ž๐ฆ๐›๐š๐ ๐š ๐š๐ญ๐š๐ฎ ๐ข๐ง๐ฌ๐ญ๐š๐ง๐ฌฤฑ.


 ๐Ÿ–) ๐ƒ๐ข๐›๐ฎ๐›๐ฎ๐ก๐ข ๐ฌ๐ญ๐ž๐ฆ๐ฉ๐ž๐ฅ ๐š๐ญ๐š๐ฎ ๐œ๐š๐ฉ ๐ซ๐ž๐ฌ๐ฆ๐ข ๐ฌ๐ž๐ฌ๐ฎ๐š๐ข ๐ฅ๐ž๐ฆ๐›๐š๐ ๐š/๐ข๐ง๐ฌ๐ญ๐š๐ง๐ฌ๐ข/๐จ๐ซ๐ ๐š๐ง๐ข๐ฌ๐š๐ฌ๐ข ๐ฉ๐ž๐ฆ๐›๐ฎ๐š๐ญ ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐š๐ญ ๐ฒ๐š๐ง๐  ๐ฆ๐ž๐ง๐ข๐ฆ๐ฉ๐š ๐ญ๐š๐ง๐๐š ๐ญ๐š๐ง๐ ๐š๐ง ๐๐š๐ง ๐ง๐š๐ฆ๐š ๐ฉ๐ž๐ฆ๐›๐ฎ๐š๐ญ ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐š๐ญ.




๐.๐’๐ญ๐ซ๐ฎ๐ค๐ญ๐ฎ๐ซ ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐š๐ญ ๐ซ๐ž๐ฌ๐ฆ๐ข ๐๐ข๐ฌ๐ฎ๐ฌ๐ฎ๐ง ๐๐š๐ง ๐ญ๐ž๐ซ๐๐ข๐ซ๐ข ๐š๐ญ๐š๐ฌ ๐›๐ž๐›๐ž๐ซ๐š๐ฉ๐š ๐›๐š๐ ๐ข๐š๐ง, ๐š๐ง๐ญ๐š๐ซ๐š ๐ฅ๐š๐ข๐ง ๐ฌ๐ž๐›๐š๐ ๐š๐ข ๐›๐ž๐ซ๐ข๐ค๐ฎ๐ญ.


๐Ÿ) ๐Š๐ž๐ฉ๐š๐ฅ๐š ๐š๐ญ๐š๐ฎ ๐ค๐จ๐ฉ ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐š๐ญ.


๐Ÿ) ๐“๐š๐ง๐ ๐ ๐š๐ฅ ๐ฉ๐ž๐ง๐ฎ๐ฅ๐ข๐ฌ๐š๐ง ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐š๐ญ.


๐Ÿ‘) ๐€๐ฅ๐š๐ฆ๐š๐ญ ๐ญ๐ฎ๐ฃ๐ฎ๐š๐ง.


๐Ÿ’) ๐’๐š๐ฅ๐š๐ฆ ๐ฉ๐ž๐ฆ๐›๐ฎ๐ค๐š


๐Ÿ“) ๐๐š๐ซ๐š๐ ๐ซ๐š๐Ÿ ๐ฉ๐ž๐ฆ๐›๐ฎ๐ค๐š


๐Ÿ”) ๐ˆ๐ฌ๐ข ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐š๐ญ


๐Ÿ•) ๐๐ž๐ง๐ฎ๐ญ๐ฎ๐ฉ ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐š๐ญ


๐Ÿ–) ๐๐š๐ฆ๐š ๐๐š๐ง ๐ญ๐š๐ง๐๐š ๐ญ๐š๐ง๐ ๐š๐ง ๐ฉ๐ž๐ฆ๐›๐ฎ๐š๐ญ ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐š๐ญ.


๐Ÿ—) ๐’๐ญ๐ž๐ฆ๐ฉ๐ž๐ฅ ๐š๐ญ๐š๐ฎ ๐œ๐š๐ฉ ๐ฅ๐ž๐ฆ๐›๐š๐ ๐š


๐Ÿ๐ŸŽ) ๐“๐ž๐ฆ๐›๐ฎ๐ฌ๐š๐ง (๐ฃ๐ข๐ค๐š ๐๐ข๐ฉ๐ž๐ซ๐ฅ๐ฎ๐ค๐š๐ง).




A.Teks Deskripsi


Teks deskripsi adalah teks yang bertujuan melukiskan suatu objek, tempat, orang, atau peristiwa secara terperinci, agar pembaca dapat membayangkan dan merasakan apa yang digambarkan. Teka deskripal bertujuan menggambarkan objek secara jelas dan mendetail sehingga seolah-olah pembaca dapat melihat serta merasakannya langsung




1. Ciri-Ciri Teks Deskripsi


a. Menggambarkan suatu benda, tempat, atau suasana


b.Menggunakan kalimat yang melibatkan pancaindra


c. Menjelaskan ciri-ciri objek, seperti bentuk, warna, ukuran, dan keadaan objek secara detail


d. Membuat pembaca seolah-olah dapat merasakan langsung apa yang sedang dibahas dalam teks desknpsi




2. Struktur Teks Deskripsi


a Identifikasi (pernyataan umum) Bagian pembuka yang memperkenalkan objek atau topik yang akan dideskripsikan.


b. Deskripsi bagian Bagian yang memuat rincian atau karakteristik objek secara lengkap dan mendalam


c. Kesimpulan atau penutup Bagian yang menyampaikan kesan atau simpulan penulis terhadap objek yang dideskripsikan.




3. Jenis-Jenis Teks Deskripsi


a. Deskripsi subjektif. Menggambarkan objek berdasarkan perasaan, pendapat, atau pandangan pribadi penulis


b Deskripsi objektif Menggambarkan objek berdasarkan fakta tanpa mencampurkan pendapat atau opini pribadi


c. Deskripsi spasial Menggambarkan tempat atau lokasi berdasarkan hasil pengamatan secara langsung




B.Teks Berita


Teks berita adalah teks yang berisi informasi atau kabar terbaru tentang peristiwa atau kejadian yang terjadi di suatu tempat. Berita biasanya disampaikan melalui media massa, seperti surat kabar, televisi, radio, dan media online.




1. Ciri-Ciri Teks Berita


a. Faktual Berdasarkan fakta yang benar dan dapat diverifikasi


b. Aktual Memuat informasi terbaru atau sedang terjadi.


c. Objektif Disampaikan apa adanya, tanpa opini pribadi penulis.




d. Menarik: Disusun dengan bahasa yang menarik perhatian pembaca.




2. Struktur Teks Berita


a . Judul (headline) Bagian awal yang mencerminkan isi berita secara keseluruhan dengan singkat, jelas, menarik, dan informatif untuk menarik perhatian pembaca.


B. Teras berita (head): Paragraf pembuka yang memuat informasi paling penting, biasanya menjawab pertanyaan 5W + 1H (What, Who, Where, When, Why, How).




C. Isi berita (body): Bagian ini memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai peristiwa yang diberitakan, termasuk latar belakang, kronologi, dan dampak peristiwa.




d. Ekor berita (leg): Berisi informasi tambahan yang tidak terlalu penting, seperti data pendukung atau kutipan narasumber, dan dapat dihilangkan tanpa mengurangi inti berita.




3. Unsur-Unsur Teks Berita (5W + 1H)


A. What (apa): Peristiwa yang terjadi.


b. Who (siapa) Pihak yang terlibat dalam peristiwa.


c. Where (di mana): Lokasi kejadian.


d. When (kapan): Waktu terjadinya peristiwa.


e. Why (mengapa): Alasan atau latar belakang peristiwa.


f. How (bagaimana): Cara atau proses terjadinya peristiwa.




C. C Teks Laporan Percobaan




Teks laporan percobaan adalah teks yang memaparkan tujuan, proses, dan hasil dari su percobaan ilmiah yang telah dilakukan. Teks ini digunakan untuk menyampaikan informasi kepad pembaca tentang apa yang telah dilakukan dan ditemukan selama percobaan, kegiatan praktikum ataupun dalam karya ilmiah sederhana.




1. Tujuan Teks Laporan Percobaan




a. Menyampaikan hasil percobaan secara jelas dan sistematis




b. Mendokumentasikan prosedur dan hasil untuk b. keperluan analisis




c. Menyajikan data sebagai bukti dmiah. d. Membantu pembaca memahami cara kerja suatu fenomena atau proses




2. Ciri-Ciri Teks Laporan Percobaan




a Faktual dan objektif




b. Menggunakan bahasa yang jelas dan formal.




c. Memuat data dan hasil yang dapat diukur.




d. Disusun dengan format yang teratur (judul, alat dan bahan, prosedur, hasil, serta kesimpulan).




3. Struktur Teks Laporan Percobaan




A. Tujuan percobaan. Menjelaskan maksud atau tujuan yang ingin dicapai melalui percobaan 


yang dilakukan. Bagian ini berisi pernyataan tentang apa yang ingin dibuktikan atau ditemukan.


b. Alat dan bahan: Berisi daftar alat dan bahan yang dibutuhkan untuk melaksanakan percobaan, termasuk semua peralatan laboratorium dan bahan kimia yang digunakan


c. Prosedur atau metode: Penulis atau peneli memaparkan langkah-langkah atau tahapan yang dilakukan selama percobaan. Bagian ini juga dapat mencakup informasi tentang tempat dan waktu percobaan, serta objek yang digunakan dalam penelitian. 


d. Hasil percobaan: Bagian ini menguraikan tem temuan penting yang diperoleh dari percobaan, sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan. Umumnya, hasil percobaan disajikan dalam bentuk data, tabel, grafik, atau deskripsi


 D Iklan, Slogan, dan Poster


Iklan, slogan, dan poster menggunakan teks per




1. Iklan


Iklan merupakan salah satu media informall yang digunakan untuk memben tahu menawarkan dan mempromosikan suatu produk, barang atau Jasa kepada masyarakat iklan bersifat membujuk atau mendorang masyarakat agar tertarik untuk membeli barang dan/atau menggunakan jasa yang ditawarkan




Ciri-ciri dan tujuan iklan adalah sebaga berikut


1) Berisi pengenalan barang, produk, atau jana yang ditawarkan kepada masyarakat


2) Menggunakan bahasa persuasif, yaitu hahasa yang bersifat membujuk dan mendorong seseorang untuk membeli atau menggunakan barang atau jasa yang ditawarkan


3) Bersifat komersial


4) Sasaran iklan dapat mencakup semua usia atau kelompok usia tertentu sesuai dengan produk dan/atau jasa yang ditawarkan


5) Menggunakan media cetak, audio, atau audiovisual


6) Unsur-unsur iklan meliputi gambar, gerak, suara, dan kata-kata


7) Tujuan iklan adalah untuk memperkenalkan produk atau jasa, memasarkan produk, dan memperkuat citra brand suatu produk atau jasa




b. Langkah-langkah menyusun iklan dapat melalui tahap-tahap sebagai berikut




c. Jenis iklan berdasarkan isinya dapat dikelompokkan sebagai berikut.


1) Iklan penawaran atau niaga


2) Iklan pemberitahuan atau pengumuman


3) Iklan permintaan (kerja sama dan lain-lain)


4) Iklan layanan masyarakat




D.Jenis iklan berdasarkan media yang digunakan dapat di kelompokkan sebagai berikut




1.Iklan elektronik Penyebar lussannya menggunakan media elektronik, seperti radio, televisi, dan internet




2) iklan cetak Penyebar luasanya melalu media cetak, seperti koran, brosur, majalah, dan tabloid




e.berdasarkan fungsi dan tujuannya, iklan dapat dikelompokkan sebagai berikut.




1. Iklan komersial:Bertujuan untuk meningkatkan keuntungan serta mendorong target penjualan barang atau jasa.




2) Iklan nonkomersial: Bertujuan untuk membenkan edukasi, partisipasi, informasi atau ajakan kepada masyarakat untuk ikut serta dalam aktivitas sosial atau kemanusiaan.




2. Slogan


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. slogan adalah perkataan atau kalimat pendek yang menarik, mencolok, dan mudah diingat yang memberikan kesan mendalam untuk memberitahukan sesuatu, menjadi dasar tuntunan atau pegangan hidup, prinsip utama, atau untuk menjelaskan tujuan suatu ideologi golongan, organisasi, partai politik, dan sebagainya. Slogan pada umumnya bersifat provokatif sehingga memengaruhi pembaca atau pendengarnya.


a. Ciri-ciri dan tujuan slogan adalah sebagai berikut.


1) Berisi pengaruh, imbauan, motivasi, atau ajakan yang bersifat memengaruhi, mengimbau, memotivasi, atau menyadarkan masyarakat tentang sesuatu yang perlu segera dilakukan atau ditindaklanjuti.


2) Slogan dapat berbentuk kalimat, klausa, atau frasa, sedangkan gambar hanya sebagai pendukung


3) Menggunakan pilihan kata yang singkat, jelas, padat, menarik, komunikatif, dan bersifat persuasif


4) Slogan dapat berupa semboyan suatu organisasi ataupun kelompok masyarakat


 5) Sasaran slogan menjangkau semus kalangan masyarakat, tanpa batas atau latar belakangan


6) Slogan bersifat sosial dan menginspirasi seseorang atau sekelompak orang bahkan masyarakat luat, untuk melakukusn sesuatu yang positif dan bermanfaat bagi dei sendiri maupun orang lain.




B. Langkah-langkah menyusun slogan adalah sebagai berkut




1)Menentukan objek atau terme yang akan dijadikan bahan penulisan slogan


2) Mengidentifikasi keunikan atau keistimewaan dari objek yang akan dijadikan slogan. 


3) Memilih aspek paling menarik dan relevan yang layak diangkat dalam bentuk slogan


 4) Menyusun ungkapan atau kata-kata khusus yang mampu menarik perhatian dan sesum dengan objek yang akan dijadikan slogan.


5) Menggunakan media cetak atau visual untuk mendukung penyampaian pesan secara lebih efektif




Berikut merupakan contoh slogan


"Makan sayuran segar, hidup sehat dabugar"ar




3. Poster


Poster adalah media publikasi visual berupa plakat atau lembaran pengumuman yang berisi gambar atau gabungan antara gambar dan kata-kata singkat, jelas, dan menarik, yang bertujuan untuk menyampaikan pemberitahuan, ide, gagasan, imbauan, larangan, informasi, atau pengumuman kepada khalayak ramai.


a Ciri-ciri dan tujuan poster adalah sebagai berikut


1) Langsung menarik perhatian ketika dilihat, terutama melalui penggunaan warna yang kontras


2) Mengutamakan unsur visual, seperti gambar ,sketsa, lukisan, simbol, dan perpaduan wama.


3) Jika menggunakan teks, kalimat harus bersifat ajakan atau persuasif, singkat, dan padat.


4) Mampu meninggalkan kesan mendalam meskipun hanya dibaca secara sepintas.




5) Dipasang di lokasi yang strategis di tempat umum




6) Didesain di atas media kertas, kain, atau videotron.




7) Poster bertujuan membenkan informasฤฑ, mengajak, dan mengimbau banyak orang untuk melakukan sesuatu seperti yang tergambar atau tertulis pada poster tersebut




b Langkah-langkah membuat poster, antara lain sebagai berikut


1) Menentukan topik dan tujuan yang ingin disampaikan melalui poster


2) Merumuskan pesan atau amanat yang Ingin disampaikan.


3) Menentukan gambar yang sesuai tema dan pesan atau amanat melalui penggunaan warna-warna yang menarik dan serasi.


4) Jika memerlukan kata-kata pendukung. rumuskan kalimat poster dengan kalimat yang singkat, menarik, padat, dan jelas agar mudah dipahami orang.


5) Menggunakan kalimat yang bersifat membujuk agar dapat memengaruhi banyak orang.


6) Memilih dan menggunakan media yang tepat untuk menyampaikan pesan, seperti kertas, papan yang luas, kain rentang, seng, atau media lainnya.


๐“๐ž๐ค๐ฌ ๐„๐ค๐ฌ๐ฉ๐จ๐ฌ๐ข๐ฌ๐ข


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, teks eksposisi adalah teks yang berisi uraian atau informasi yang bertujuan untuk menyampaikan pendapat atau gagasan, dan disapkan dengan fakta untuk memperkuat informasi tersebut. Dengan pendapat atau gagasi adalah teks yang menguraikan pandangan, gagasan, atau opini yang dilengkapi dengan argumen dan fakta pendukung untuk menguatkannya sehingga penjelasan logis dan penulis dapat membuka wawasan pembaca




Tujuan teks eksposisi adalah memberikan informasi atau pengetahuan berdasarkan faktu sesum dengan sudut pandang tertentu sehingga pembaca dapat dengan mudah memahami makna serta isi pengetahuan yang terkandung di dalam teks tersebut Oleh karena itu, unsur-unsur yang harus ada dalam teks eksposisi adalah gagasan dan fakta.




1 . Ciri-Ciri Teks Eksposisi


Ciri-ciri teks eksposisi adalah sebagai berikut.


A.memberikan informasi atau pengetahuan.


b. Menggunakan bahasa yang baku


C.Berisi fakta


d . Format penulisan yang singkat, jelas, dan padat


E.Bersifat objektif dan tidak memihak.




2. Struktur Teks Eksposisi


Teks eksposisi dibangun dengan struktur berikut.


a. Tesis: berisi pengenalan isu, masalah, gagasan utama, hingga pandangan penulis secara umum terkait topik atau masalah yang dibahas.


b. Rangkaian argumen berisi pendanat dalam bentuk alasan yang logs informasi sesuai hasil temuan fakta yang terjadi, hingga pernyataan para ahli,




c. Penegasan ulang berisi penegation terhadap pendapat awal sekaligus menyajikan simpulan dan saran terhadap keseluruhan masalah yang dibahas




3. Kaidah Kebahasaan Teks Eksposisi




Kaidah kebahasaan yang digunakan pada teks eksposisi adalah sebagai berikut




a Penggunaan kata-kata teknis (hutan lindung. sedimentasi budaya tradisional, wanawisata, pemanasan global, dan lain-lain)




b. Penggunaan kata-kata yang menunjukkan hubungan argumentasi (ika, karena, sebab, akibatnya dengan demikian, oleh karena itu, dan lain-lain)




C. Penggunaan kata-kata yang berhubungan dengan kronologis/temporal (akhirnya, namun, sebelum itu, kemudian, sebaliknya, berbeda hainya, dan lain-lain)




d. Penggunaan kata-kata yang berhubungan dengan perbandingan/pertentangan (sementara itu, sedangkan, berbeda halnya, namun, dan sebagainya)




E. enggunaan kata kerja mental atau melibatkan aktivitas jiwa dan/atau perasaan atau pemikiran. (menyimpulkan, memperkirakan, mengharapkan memprihatinkan, mengagumkan, menyedihkan, menduga, mengasumsikan, dan menjelaskan)




f. Penggunaan kata-kata rujukan (berdasarkan data merujuk pada pendapat, menurut pendapat dan sebagainya).




g. Penggunaan kata-kata persuasif (semestinya, sebaiknya, diharapkan, perlu, hendaklah, baik bila dan lain-lain).




h Penggunaan kata-kata denotatif (kata yang memiliki makna sebenarnya atau kata yang belum mengalami perubahan makna)




4. Pola Pengembangan Teks Eksposisi




Dalam teks eksposisi, hubungan antarbagian dalam teks berpola sebab akibat. Pola-pola pengembangan teks eksposisi adalah sebagai berikut


. Pola umum-khusus




b. Pola khusus-umum




c. Pola ilustrasi




d. Pola perbandingan




5. Langkah Penyusunan Teks Eksposisi


memerlukan tahapan sistematis sebagai beriku Langkah-langkah menyusun teks eksposi




a. Menentukan isu ataupun masalah yang akan dibahas.


b. Membaca berbagai sumber yang berkaitan dengan isu yang dipilih


c. Mendaftar topik-topik yang berkaitan dengan isu


d. Menyusun kerangka karangan struktur teks eksposisi




E. Mengembangkan kerangka yang telah disusun menjadi teks eksposisi.




f. Melakukan penyuntingan untuk memperbaiki kesalahan tata bahasa, ejaan, struktur kalimat




F. Puisi


Adalah bentuk karya sastra yang menggunakan kata kata indah dan bermakna




Puisi Lama atau Puisi Rakyat


1 Pussi rakyat adalah sastra lisan berupa pur saat yang berkembang pada masa tradisional Topan poiss rakyat adalah untuk mama masyarakat menghibur pembaca serta membe dalarฤฑ cangka mendirik anak Sela emberikan nasihat Sanit, pasi rakyat perenungan, ga berfungsi untuk memberikan isyarat untuk memulai suatu permainan, mengajak, melantuk melakukan sesuatu menggambarkan pere serta memprotes ketidakadilan yang terjadi di masyarakat. Hal-hal yang disampaikan dalam puisi rakyat barmannya berupa nasihat, sindiran, atau humor




*Puisi rakyat memiliki ciri-ciri sebagai berikut Terdapat persajakan atau rima. Rima adalah pengulangan bunyi yang terdapat dalam lank puisi secara teratur.




*baris Terdiri atas beberapa jumlah kata dalam satu




*Terdiri atas beberapa jumlah baris dalam satu bait Bait adalah satu kesatuan puisi yang terdiri atas beberapa baris




*Terdiri atas beberapa jumlah suku kata dalam setiap baris




Terdapat berbagai jenis puisi rakyat dengan masing-masing memiliki ciri-ciri sebagai berikut




a Pantun memiliki ciri-ciri sebagai berikut




*Satu bait terdiri atas empat baris.




*Setiap baris terdiri atas 8-12 suku kata.




*Baris pertama dan kedua merupakan sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempat merupakan isi




*Rima akhir berpola a-b-a-b, artinya d. bunyi akhir baris pertama sama dengan bunyi akhir baris ketiga dan bunyi akhir baris kedua sama dengan bunyi akhir baris keempat.




b. Gurindam memiliki ciri-ciri sebagai berikut. Setiap bait terdiri atas dua baris atau larik Setiap larik terdiri atas 8-14 suku kata.




Larik pertama merupakan syarat, sedangkan larik kedua merupakan jawaban




Larik pertama dan kedua membentuk kalimat majemuk, umumnya berupa hubungan sebab-akibat.




Rima akhir berpola a-a.




Mantra meered on-cni sebagai berikut




Teridin atas beberapa rangkuman kasa yang




Lemya berhubungan dengan kekuatan dan dibuat serta diucapkan untuk tujuan tertentu




Merigandung unsur rayuan dan perintah




Merupakan satu kesatuan utuh dan tidak




dapat dipahami secara terpisah pisa Mengutamakan keindahan permainan bonyi




2. Puisi Baru




Puisi baru adalah karya sastra yang tidak terikat oleh aturan tertentu Puisi ini merupakan bentuk karya sastrayanga ing disebutkan bahwa puitis, terdiri atas tarik puisi ditulis dengan menggunakan bahasa yang dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman hidup serta membangkitkan tanggapan khusus melalui penataan bunyi, rama, dan makna khusus Unsur-unsur yang terdapat dalam puisi baru adalah sebagai berikut.

a. Larik adalah baris dalam puisi atau sajak

b Bait adalah satu kesatuan puisi yang terdiri atas beberapa baris, seperti pantun yang terdiri atas empat baris

c. Rima adalah pengulangan bunyi yang berselang, baik dalam puisi maupun pada bagian akhir bans

imaji adalah unsur yang melibatkan pancaindra manusia dan dapat menggiring pembaca untuk membayangkan suatu kejadian dalam puisi

e. Diksi adalah pemilihan kata-kata yang digunakan oleh penyair dalam puisi. Diksi dipilih secara cermat agar padat makna dan mengandung nilai estetika (keindahan)

f. Majas atau gaya bahasa merupakan unsur penting dalam membangun puisi. Kekuatan. dan kedalaman makna puisi sangat bergantung pada majas yang digunakan Berikut adalah beberapa majas yang biasanya digunakan dalam puisi

Kamis, 02 Oktober 2025

Kalimat kata ulang

 ๐™ ๐™–๐™ฉ๐™– ๐™ช๐™ก๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™ช๐™ฉ๐™ช๐™/๐™ข๐™ช๐™ง๐™ฃ๐™ž

1. Setiap pagi aku melihat anak-anak bermain di halaman rumah.

2. Burung-burung beterbangan di langit biru.

3. Ibu membeli sayur-sayur segar di pasar.

4. Di taman itu tumbuh banyak bunga-bunga indah.

5. Jalan desa dipenuhi oleh orang-orang yang hendak pergi ke pasar.

๐™ ๐™–๐™ฉ๐™– ๐™ช๐™ก๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™—๐™š๐™ง๐™๐™ž๐™ข๐™—๐™ช๐™–๐™ฃ

1. Para siswa sedang berlarian-larian di lapangan saat istirahat.

2. Ibu sedang membacakan-bacakan cerita kepada adik.

3. Mereka berjalan-jalan di taman pada sore hari.

4. Anak-anak itu sedang bermain-main dengan gembira.

5. Kakak suka menyanyi-nyanyi di kamar sambil belajar.

๐™ ๐™–๐™ฉ๐™– ๐™ช๐™ก๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™จ๐™š๐™—๐™–๐™œ๐™–๐™ž๐™–๐™ฃ

1. Ibu membeli berbagai macam sayur-mayur segar di pasar.

2. Toko itu menjual aneka buah-buahan tropis.

3. Di hutan terdapat banyak jenis tumbuhan-tumbuhan liar.

4. Kakak senang membaca dongeng-dongengan sebelum tidur.

5. Di museum dipamerkan keramik-keramikan dari zaman kuno.

๐™†๐™–๐™ฉ๐™– ๐™ช๐™ก๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™—๐™š๐™ง๐™ช๐™—๐™–๐™ ๐™—๐™ช๐™ฃ๐™ฎ๐™ž

1. Setiap pagi terdengar suara bolak-balik pintu dibuka dan ditutup.

2. Ayah bekerja dengan tekun tanpa banyak mondar-mandir.

3. Adik menangis compang-camping karena bajunya robek.

4. Ia pulang dalam keadaan sayur-mayur yang sudah habis terjual.

5. Polisi menemukan tas yang sudah lusuh-lerah di pinggir jalan. 

๐™ ๐™–๐™ฉ๐™– ๐™ช๐™ก๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™จ๐™š๐™ข๐™ช

1. Setiap sore kakek duduk di kursi kupu-kupu.

2. Di taman banyak bunga lili-lili yang indah.

3. Ayah memelihara ikan pari-pari di kolam.

4. Kakak suka membaca cerita tentang ubi-ubian di buku pelajaran.

5. Adik menonton film tentang orang-orangan sawah.

Tugas pjj

Materi pada link pertama berisi contoh atau penjelasan mengenai cara seorang MC menyampaikan susunan acara dengan menggunakan kalimat yang j...